JOMBANG MEDIA NUSA-ANTARA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang terus mematangkan berbagai dukungan untuk menyukseskan pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jombang H Agus Purnomo, SH, MSi mengatakan, dirinya ditunjuk Bupati Jombang sebagai komandan lapangan untuk mengoordinasikan dukungan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan muktamar agar berjalan lancar dan sukses.
Menurut Agus Purnomo, Pemkab Jombang telah membentuk tim koordinasi, fasilitasi, dan dukungan pemerintah daerah yang secara intensif berkomunikasi dengan panitia lokal Muktamar.
“Kami selalu koordinasi dengan panitia lokal terkait apa-apa saja yang sekiranya dibutuhkan panitia lokal dan di pemerintah Kabupaten Jombang bisa membantu,” ujar Agus Purnomo saat ditemui media ini di ruang kerjanya, Salasa (18/8/2026).
Infrastruktur dan Akses Jalan Diperbaiki
Lebih lanjut Agus menjelaskan, dukungan Pemkab Jombang mencakup sejumlah sektor, mulai infrastruktur, penerangan, kesehatan, lingkungan hingga fasilitas parkir.
Dari sisi infrastruktur, Dinas PUPR telah melakukan sejumlah perbaikan sarana dan prasarana, khususnya di wilayah yang menjadi lokasi kegiatan Muktamar.
“Dari sisi fasilitas kemarin sarpras, jalan, itu PUPR sudah melakukan perbaikan-perbaikan khususnya di wilayah yang nantinya ditempati oleh Muktamar,” jelasnya.
Pemkab juga melakukan penataan sejumlah kios atau toko yang berada di akses pintu masuk lokasi Muktamar. Penataan tersebut kini memasuki tahap finishing.
Sementara itu, kata mantan Kabag Hukum, Setkab Jombang, Dinas Perhubungan melakukan perawatan, perbaikan, serta pemasangan lampu penerangan jalan di sekitar lokasi muktamar, termasuk sejumlah kawasan permukiman.
Peserta Muktamar Tanpa BPJS Tetap Dijamin
Salah satu perhatian Pemkab Jombang adalah aspek kesehatan peserta dan pendukung Muktamar.
Agus mengatakan, sesuai arahan Bupati Jombang, pemerintah daerah menyiapkan skema pelayanan kesehatan bagi peserta yang tidak memiliki BPJS. Skema tersebut tidak hanya ditujukan bagi peserta resmi, tetapi juga pendukung Muktamar.
“Ketika nanti sampai ada yang sakit, sehingga sakitnya itu sampai rawat inap, maka diharapkan pemerintah daerah bisa mengakomodasi, memenuhi seluruh apa yang menjadi kebutuhan dan gratis,” ungkapnya.
Menurut Agus, Pemkab Jombang telah membahas skema tersebut bersama tim dan menyusun Peraturan Bupati (Perbup) sebagai dasar pelaksanaannya.
Sungai dan Area Parkir Jadi Perhatian
Pemkab Jombang juga menindaklanjuti keluhan terkait kondisi sungai di sekitar lokasi muktamar yang sempat menimbulkan bau tidak sedap.
Agus memastikan pembersihan sungai telah dilakukan dan akan terus dimaksimalkan menjelang pelaksanaan Muktamar.
“Pada hari H diharapkan nanti sungai itu kondisinya sudah tidak berbau lagi,” tandas Agus.
Selain itu, Pemkab turut mendukung pengurukan dan pemerataan lahan yang akan digunakan sebagai area parkir. Dinas PUPR bahkan masih menyiagakan kendaraan untuk membantu proses pemerataan lahan tersebut.
“PUPR membantu full mulai awal sampai sekarang pun kendaraan belum kita tarik untuk terus membantu meratakan tanah untuk parkir,” jelasnya.
Dukungan Melalui OPD
Agus mengakui waktu persiapan Muktamar ke-35 di Jombang relatif singkat karena penetapan lokasi pelaksanaan dilakukan dalam waktu yang tidak terlalu panjang.
Kondisi tersebut membuat pola dukungan pemerintah daerah dilakukan melalui masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD), bukan melalui mekanisme hibah seperti pelaksanaan muktamar sebelumnya.
“Karena ini mengingat kondisi mendadak, sehingga apa yang harus kita lakukan sesuai dengan kondisi di masing-masing OPD,” ujarnya.
Ia menyebut sejumlah OPD seperti Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, PUPR, dan Dinas Perhubungan telah memberikan dukungan sesuai kebutuhan di lapangan.
Agus juga memastikan hingga saat ini tidak terdapat kendala berarti dalam koordinasi antara Pemkab Jombang dan panitia lokal Muktamar.
“Alhamdulillah tidak ada. Cuman kemarin yang memang kita perlu diskusi panjang untuk membuat sebuah keputusan, kebijakan terkait dengan manakala ada peserta yang sakit sehingga sampai rawat inap. Itu saja. Yang lain-lain Alhamdulillah berjalan lancar,” tuturnya.
Kios Ditata Kembali Usai Muktamar
Terkait penataan kios di sekitar pintu masuk lokasi Muktamar, Agus memastikan pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran untuk melakukan penataan kembali setelah kegiatan selesai.
Kios tersebut, kata dia, merupakan bagian dari aset Pemerintah Desa Tambakrejo. Karena itu, Pemkab akan memberikan bantuan keuangan khusus kepada desa untuk menata kembali kawasan tersebut sekaligus memperhatikan aspek estetika.
“Setelah nanti selesai itu kita sudah anggarkan di APBD, akan kita bangun lagi, kita tata lagi,” katanya.
Pasar Ngrawan Berpotensi Jadi Lokasi Pameran UMKM
Sementara terkait wacana pemanfaatan Pasar Ngrawan sebagai lokasi pameran UMKM selama Muktamar berlangsung pada 27–31 Agustus 2026, Agus menyatakan pemerintah daerah terbuka terhadap gagasan tersebut.
Namun, pemanfaatan pasar tetap harus mengikuti ketentuan regulasi yang berlaku.
“Silakan, monggo, membuat surat. Asalkan dari sisi regulasi ketentuan peraturan perundang-undangan diperbolehkan, nanti biar dikerjasamakan. Saya sampaikan ke Dinas Perdagangan dan Satuan terkait,” pungkasnya.
Pemkab Jombang berharap seluruh dukungan lintas OPD tersebut dapat memastikan pelaksanaan Muktamar ke-35 NU berjalan aman, nyaman, tertib, dan lancar, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Jombang.(gus)

















