JOMBANG MEDIA NUSA-ANTARA.com – Mahasiswa Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Kabupaten Jombang, Jatim, yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, mengajak para santri TPQ Nurul Hidayah untuk mengenal sekaligus mempraktikkan kepedulian terhadap lingkungan.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 5 Agustus 2026 tersebut dikemas secara menarik dengan memadukan pembelajaran keagamaan dan aktivitas sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari para santri.
Program bertajuk “Sahabat Bumi dalam Cahaya Islam” ini menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa KKN UNWAHA di tengah masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berupaya mengenalkan bahwa nilai-nilai keislaman tidak hanya dipelajari melalui penyampaian materi, tetapi juga dapat diwujudkan dalam tindakan nyata, termasuk menjaga dan merawat lingkungan.
Koordinator Bidang Keagamaan KKN, Kholillurrohman, mengatakan, program tersebut berangkat dari keinginan untuk menghadirkan pembelajaran agama yang lebih dekat dengan kehidupan para santri.
Menurutnya, nilai keagamaan akan lebih mudah dipahami apabila tidak hanya disampaikan secara teoritis, tetapi juga diwujudkan melalui kegiatan yang dapat dilihat dan dilakukan secara langsung.

“Kami ingin kegiatan keagamaan tidak hanya menjadi rutinitas penyampaian materi. Ada nilai-nilai yang bisa langsung dipraktikkan oleh santri dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya kepedulian terhadap lingkungan,” jelas Kholillurrohman dalam press rilisnya, Minggu (9/8/2026).
Untuk mendukung kegiatan tersebut, mahasiswa KKN terlebih dahulu menyiapkan modul pembelajaran “Sahabat Bumi dalam Cahaya Islam”. Modul tersebut disusun dengan bahasa sederhana dan dilengkapi berbagai aktivitas yang mendorong santri tidak sekadar membaca dan memahami materi, tetapi juga mempraktikkannya.
Selain modul, mahasiswa juga menyiapkan sejumlah media pembelajaran, di antaranya sketsa pohon yang digunakan sebagai Pohon Harapan, taman mini berupa ambalan sederhana untuk tempat tanaman, gambar bertema lingkungan untuk kegiatan mewarnai, serta sejumlah tanaman yang nantinya ditanam bersama para santri.
Salah satu anggota Bidang Keagamaan, Icha Fienna menjelaskan, bahwa persiapan tersebut dilakukan agar pembelajaran tidak berhenti pada penyampaian materi.
“Kami ingin kegiatan keagamaan tidak hanya berhenti pada penyampaian materi. Melalui kegiatan ini, santri diajak melihat bahwa menjaga lingkungan juga bagian dari sikap yang dapat kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Icha.
Sementara itu, Rikha Wilis, anggota Bidang Keagamaan lainnya menyampaikan, materi dengan mengacu pada modul “Sahabat Bumi dalam Cahaya Islam”. Para santri diajak memahami hubungan antara nilai-nilai Islam dengan kepedulian terhadap lingkungan.
Menurut Rikha, pendidikan lingkungan akan lebih mudah diterima anak-anak apabila disampaikan melalui contoh dan kegiatan yang sesuai dengan usia mereka.
“Anak-anak tidak cukup hanya diberi tahu bahwa lingkungan harus dijaga. Mereka perlu diajak melihat, mencoba, dan melakukan secara langsung,” jelasnya.
Setelah mendapatkan pemahaman awal, para santri kemudian mengikuti rangkaian kegiatan berbasis projek. Mereka diajak menuliskan harapan untuk lingkungan dan menempelkannya pada Pohon Harapan.
Kegiatan dilanjutkan dengan mewarnai gambar bertema lingkungan serta menanam pohon secara bersama-sama. Aktivitas tersebut sekaligus menjadi sarana bagi santri untuk belajar mengenai tanggung jawab, kepedulian, dan pentingnya menjaga lingkungan melalui pengalaman langsung.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan modul “Sahabat Bumi dalam Cahaya Islam” secara simbolis kepada ustaz dan ustazah TPQ Nurul Hidayah.
Penyerahan modul tersebut diharapkan tidak hanya menjadi penanda berakhirnya kegiatan mahasiswa KKN, tetapi juga menjadi bagian dari keberlanjutan program. Materi dan projek yang terdapat di dalam modul diharapkan dapat kembali dimanfaatkan sebagai bahan pendukung pembelajaran bagi para santri.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN UNWAHA berupaya menghadirkan bentuk pengabdian yang menghubungkan pembelajaran keislaman dengan aksi nyata.
Dari kegiatan menulis harapan, mewarnai, hingga menanam pohon, para santri diajak membangun kebiasaan peduli terhadap lingkungan mulai dari hal-hal sederhana di sekitar mereka.(gus)

















