Presiden RI Prabowo Bersama 20 Menteri Dijadwalkan Hadir di Pembukaan Muktamar ke-35 NU di Ponpes Tambakberas Jombang 27-31 Agustus

JOMBANG MEDIA NUSA-ANTARA. com- Panitia Lokal (Panlok) MWCNU Jombang terus mematangkan persiapan pelaksanaan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama yang akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Panlok MWCNU Jombang yang berlangsung pada Selasa malam (28/7/2026) di Lantai 2 Kantor Yayasan PP Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jatim

Rapat dihadiri seluruh perwakilan Panlok dari ranting NU se-Kecamatan Jombang. Acara dibuka oleh Sekretaris MWCNU Jombang, H. Abdul Basith, S.HI, M.HI dipandu oleh Ustadz Sihab serta ditutup dengan doa yang dipimpin KH. Asyharun Nur.

Dalam arahannya, Ketua Tanfidziyah MWCNU Jombang KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Lokal menyampaikan sejumlah perkembangan penting terkait pelaksanaan Muktamar NU Ke-35. Menurutnya, pembukaan Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung 27 Agustus 2026 malam dan akan dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subyanto.

Selain itu, sekitar 20 Menteri Kabinet Merah Putih juga dijadwalkan hadir dalam agenda pembukaan tersebut.

“Pemasangan tenda untuk acara pembukaan di Lapangan Untung Suropati akan dimulai pada 20 Agustus 2026,” ujar Gus Rozaq.

Selain agenda utama muktamar, panitia juga akan menghadirkan bazar dan kegiatan UMKM yang berlangsung mulai 20 hingga 31 Agustus 2026.

Kehadiran bazar tersebut diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus menyambut ribuan tamu yang datang ke Jombang selama pelaksanaan muktamar.
Di bidang pengamanan, Gus Rozaq menjelaskan, sebanyak 400 personel khusus dari Kamtib Pondok Pesantren Tambakberas akan diterjunkan untuk mengamankan sidang pleno dan sidang organisasi yang berada di Ring 1.

“Panlok siap, sangat siap. Apa saja siap. Sebagai panlok yang terpenting adalah pelayanan. Pelayanan itu tidak perlu banyak berpikir, yang penting sigap dan tanggap,” tegasnya di hadapan peserta rapat.

Ia juga mengungkapkan bahwa kesiapan Panlok Jombang telah dipresentasikan di hadapan jajaran PCNU se-Jawa Timur, PWNU Jawa Timur, hingga PBNU. Selain itu, seluruh MWCNU se-Kabupaten Jombang akan difungsikan sebagai Posko Muktamar guna memperkuat koordinasi dan pelayanan kepada peserta.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Rozaq turut menyampaikan sejumlah arahan penting kepada seluruh panitia,

Pertama, pemasangan umbul-umbul. Seluruh pengurus dan warga Nahdliyin diimbau mulai memasang umbul-umbul sejak 1 Agustus 2026 sebagai bentuk penyambutan Muktamar ke-35 NU

Kedua, pelaksanaan bazar dan UMKM. Kegiatan bazar akan berlangsung mulai 20 hingga 31 Agustus 2026 di kawasan pelaksanaan muktamar.

Ketiga, penggunaan istilah “Tower”. Untuk memudahkan penempatan dan pelayanan tamu, Panitia memperkenalkan istilah “Tower” sebagai pengganti penyebutan madrasah atau ribath.

Sebagai contoh, tamu asal Sumatera yang ditempatkan di MA Wahab Hasbullah akan menempati “Tower A”. Seluruh panitia diminta memahami dan menghafal sistem penamaan tersebut guna memperlancar koordinasi.

Keempat, Panlok MWC tercantum dalam SK resmi kepanitiaan. Seluruh Panlok MWC yang mendapatkan tugas, mulai dari penerimaan tamu hingga persidangan, telah tercantum dalam Surat Keputusan resmi kepanitiaan.

Karena itu, Gus Rozaq meminta seluruh Panlok dapat berkolaborasi dengan kepanitiaan lokal dan menjalankan tugas sesuai mekanisme koordinasi yang telah ditetapkan.

“Semua koordinasi dan informasi akan langsung melalui saya,” tegasnya.

Dengan mengusung semangat Tanggap Cepat, Peduli Sesama, dan Siap Melayani, Panlok MWCNU Jombang optimistis mampu memberikan pelayanan terbaik bagi para ulama, pejabat negara, peserta, dan jamaah yang akan hadir dalam Muktamar ke-35 NU di Jombang.(gus/mam-mwcnu)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *