45 PCNU se-Jatim Solid Usung Gus Kikin Calon Ketum PBNU, Bawa Misi Menguatkan Khittah NU

JOMBANG, MEDIA NUSA ANTARA. com – Peta persaingan menuju Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar di Jombang semakin menghangat. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur secara resmi mengusung Ketua PWNU Jatim, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Dukungan tersebut bukan sekadar simbolis. PWNU Jawa Timur menegaskan bahwa pencalonan Gus Kikin merupakan penugasan organisasi yang lahir melalui mekanisme internal dan mendapat dukungan penuh dari seluruh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Timur.

Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur, KH Abdul Matin, menjelaskan bahwa penetapan Gus Kikin sebagai kandidat Ketua Umum PBNU dilakukan melalui serangkaian rapat Pengurus Harian Syuriyah dan Tanfidziyah. Untuk mematangkan proses pencalonan menjelang Muktamar, PWNU Jatim juga membentuk tim kecil khusus.

“PWNU Jawa Timur menugaskan Kiai Haji Abdul Hakim Mahfudz sebagai kandidat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama pada Muktamar ke-35,” ujar KH Abdul Matin, Selasa (21/7) lalu.

Sebelum keputusan tersebut diambil, PWNU Jatim terlebih dahulu menyerap aspirasi dari seluruh PCNU di wilayah Jawa Timur. Hasilnya, sebanyak 45 PCNU menyatakan dukungan secara bulat kepada Gus Kikin.

“Alhamdulillah, seluruh PCNU se-Jawa Timur sepakat berada dalam satu barisan untuk mengusung Kiai Abdul Hakim Mahfudz sebagai calon Ketua Umum PBNU,” tegasnya.

Soliditas tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Jawa Timur siap tampil dengan kekuatan penuh dalam kontestasi Muktamar mendatang. Dukungan yang menyatu dari seluruh cabang menunjukkan bahwa pencalonan Gus Kikin dibangun melalui proses konsolidasi organisasi yang matang, bukan sekadar manuver politik sesaat. PWNU Jatim menilai Gus Kikin memiliki rekam jejak kepemimpinan yang lengkap.

Selain pernah menjadi pengurus PBNU dan kini memimpin PWNU Jawa Timur, ia juga tumbuh dalam tradisi pesantren, memiliki pengalaman di bidang usaha, serta telah menempuh berbagai jenjang kaderisasi kepemimpinan di lingkungan NU.

Lebih jauh, visi yang diusung Gus Kikin dinilai selaras dengan cita-cita para muassis NU. Ia berkomitmen menguatkan kembali arah perjuangan jam’iyah agar tetap berpijak pada Qanun Asasi yang dirumuskan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, sekaligus memperkokoh ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah Nahdliyah di tengah dinamika organisasi yang terus berkembang.

Aspek kemandirian ekonomi yang dimiliki Gus Kikin juga dipandang menjadi modal penting dalam memperkuat organisasi secara mandiri dan berkelanjutan. Dengan fondasi tersebut, NU diharapkan semakin profesional dalam menjalankan program-program strategis tanpa terjebak pada kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.

“Pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk membawa NU sebagai organisasi modern yang tetap berpijak pada nilai-nilai pesantren dan tradisi keulamaan,” pungkas KH Abdul Matin.

Dengan dukungan penuh dari 45 PCNU se-Jawa Timur, langkah Gus Kikin menuju panggung Muktamar ke-35 semakin diperhitungkan. Dinamika pemilihan Ketua Umum PBNU dipastikan menjadi salah satu agenda yang paling menyita perhatian warga Nahdliyin menjelang pelaksanaan Muktamar di Jombang.

Sementara itu, KH Fahmi Amrullah Hadziq (Gus Fahmi) selaku Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang yang juga pengasuh Pesantren Tebuireng Putri, dan keluarga pendiri NU
dalam akun tiktoknya @tebuireng.1899 terang-terangan mendukung penuh pencalonan Gus Kikin sebagai kandidat ketua umum PBNU. Gus Fahmi meminta kepada para pendukungnya mendoakan agar Gus Kikin dikabulkan oleh Allah SWT. (gus/*)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *