JOMBANG MEDIA NUSA-ANTARA. com- Kehidupan di dunia pada hakikatnya merupakan tempat ujian bagi setiap manusia. Karena itu, setiap orang harus mampu menjalani berbagai persoalan hidup dengan dua sikap utama, yakni sabar dan syukur, yang semuanya harus dilandasi dengan keimanan kepada Allah SWT.
Pesan tersebut disampaikan Mujiz Majelis Zhikir Asmaul Haq Pusat Jombang Al Mukkaram KH M Shoubari, SAg dalam ceramah agama di hadapan jamaah Majelis Zhikir Asmaul Haq, di Musalah Darussalam, Dusun Mancar, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Selasa malam (8/9/2026).
Di hadapan para jamaah yang rutin pengajian setiap selasa malam ini, KH M Shoubari mengajak umat Islam untuk menyadari bahwa perjalanan hidup manusia sepenuhnya berada dalam kehendak dan ketentuan Allah SWT.
Kyai Shoubari lulusan IAIN Malang ini menuturkan, manusia tidak pernah menentukan sendiri dari rahim siapa dirinya dilahirkan, berasal dari daerah mana, hingga di mana kelak ajal akan menjemputnya.
“Semua itu adalah kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala, bukan rencana kita masing-masing. Kita tinggal menjalani kehidupan ini dengan sikap syukur dan sabar,” pesannya yang begitu mendalam.
Lebih lanjut Kyai Shoubari yang pernah menimbah ilmu agama hingga lulus di PP Langitan Tuban dan PP Gontor silam itu menjelaskan, Al-Qur’an telah menegaskan bahwa kehidupan dunia merupakan tempat ujian bagi manusia. Ujian tersebut bisa datang dalam berbagai bentuk, baik berupa kenikmatan, kelapangan hidup, kesempitan maupun berbagai persoalan lainnya.
Manusia diuji apakah mampu bersyukur ketika mendapatkan nikmat dan tetap bersabar ketika menghadapi cobaan.
Hal tersebut sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Al-Mulk ayat 2:
“Alladzi khalaqal mauta wal hayata liyabluwakum ayyukum ahsanu ‘amala.”
Artinya, Allah menciptakan mati dan hidup untuk menguji siapa di antara manusia yang paling baik amalnya.
Menurut KH M Shoubari, siapa pun manusia dan apa pun statusnya di tengah masyarakat, akan mampu menjalani kehidupan dengan baik apabila membiasakan diri menghadapi setiap persoalan dengan kesabaran dan rasa syukur.
Baik sebagai tokoh masyarakat, pejabat, kepala keluarga maupun dalam kedudukan lainnya, semuanya memiliki ujian masing-masing.
“Status apa pun yang kita sandang, selama kita mampu sabar dan bersyukur dalam menghadapi segala problematika hidup, insyaallah kita akan menjadi orang yang berhasil,” ujarnya.
Namun, lanjutnya, kesabaran dan rasa syukur harus didasari dengan keimanan yang kuat kepada Allah SWT.
Ia kemudian mengutip firman Allah SWT:
“Wa la tahinu wa la tahzanu wa antumul a’launa in kuntum mu’minin.”
Janganlah kamu merasa lemah dan jangan pula bersedih hati, karena kamu mempunyai derajat yang tinggi apabila kamu benar-benar orang yang beriman.
Pembina Majelis Zhikir Asmaul Haq Pusat Jombang yang memiliki jaringan luas pengikutnya di sejumlah daerah di tanah air ini menegaskan, keimanan menjadi fondasi penting dalam menentukan kemuliaan seseorang. Karena itu, umat Islam diminta untuk tidak mudah putus asa, tidak merasa lemah ketika menghadapi ujian, serta terus memohon pertolongan kepada Allah SWT.
Menutup tausiyahnya, Kyai Shoubari mengajak seluruh jamaah Majelis Zhikir Asmaul Haq Jombang untuk terus menjaga istiqamah dalam menjalani kehidupan.
“Dengan terus meminta pertolongan kepada Allah dan istiqamah, semoga kita semua mampu menjalani hidup dengan sabar dan syukur, hingga akhirnya Allah memberikan kepada kita husnul khatimah,” pungkasnya.
Untuk diketahui pengajian Majelis Zhikir Asmaul Haq ini dibawah naungan lembaga resmi DPP Yayasan Asmaul Haq Kabupaten Jombang, Jatim, merupakan wadah yang berorentasi pada dakwah dan sosial keagamaan yang memiliki anggota tersebar di sejumlah daerah di tanah air, di antaranya wilayah Jawa, Kalimantan, Sulsel dan Sumbar.
Program rutin yang ditetapkan pengurus yayasan dibawah kepemimpinan Ketua Ust H Suharno, SH yaitu pengajian Istighotsah dan Sholawat Nariyah sepekan sekali di setiap Selasa Malam, kemudian sebulan sekali di setiap Malam Jumat Legi diisi Istighotsah, Sholawat Nariyah, Wiridan Sunah dan Salat-salat Sunah, program lainnya tak kalah pentingnya, yakni malam tirakatan di pergantian Tahun Baru Islam, Halal Bihalal dan Maulid Nabi.(gus)

















