JOMBANG MEDIA NUSA-ANTARA. com- Forum 9 kiyai chos yang masuk dalam Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menghasilkan keputusan penting terkait masa depan kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Melalui musyawarah yang berlangsung sekitar satu jam, mulai pukul 06.00 hingga 07.00 WIB, forum AHWA mencapai kesepakatan untuk menetapkan KH Abdul Hakim Mahfud sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026–2031.
Media ini yang mengikuti jalannya rapat pleno hingga pukul 04.30 WIB pimpinan sidang memutuskan untuk istirahat dulu hingga pukul 06.00 WIB sidang dilanjutkan kembali.

Keputusan tersebut menjadi bagian dari tahapan pemilihan dan penetapan kepemimpinan PBNU dalam Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Forum AHWA merupakan salah satu mekanisme yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan strategis di lingkungan NU.
Musyawarah para anggota AHWA menjadi tahapan penting sebelum hasilnya dibawa ke forum Muktamar untuk proses penetapan sesuai mekanisme organisasi.
Dengan tercapainya kesepakatan tersebut, KH Abdul Hakim Mahfud atau yang akrab disapa Gus Kikin menjadi nahkoda baru PBNU untuk periode lima tahun mendatang dengan populasi warga NU di Indonesia sebesar 125 juta sebagaimana data survei yang disampaikan mantan Ketua Umum PBNU Gus Yahya.
Keputusan AHWA ini sekaligus menandai babak baru dalam dinamika Muktamar ke-35 NU.
Selanjutnya, proses penetapan kepemimpinan PBNU akan mengikuti tahapan dan ketentuan yang berlaku dalam forum Muktamar.
Muktamar ke-35 NU di Tambakberas menjadi forum penting bagi para pengurus dan perwakilan NU dari berbagai wilayah di Indonesia untuk menentukan arah organisasi, program, serta kepemimpinan PBNU untuk masa khidmat 2026–2031.(gus)

















