Jombang Kreatif Hub Gali Akar Budaya Lokal Lewat Fashion Kreatif, Gak Nyangka Jombang Lahirkan Banyak Tokoh Sejarah Nasional

JOMBANG MEDIA NUSA-ANTARA. com- Semangat pelestarian budaya lokal terus digaungkan kalangan pegiat kreatif di Kabupaten Jombang. Salah satunya dilakukan Komunitas Jombang Kreatif Hub yang menggelar diskusi dan silaturahmi budaya bersama tokoh pemerhati budaya Jombang, Nasrul Ila atau yang akrab disapa Cak Nas, guna menggali akar kebudayaan daerah untuk divisualisasikan dalam karya fashion kreatif.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan sektor ekonomi kreatif yang didukung Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Jombang dalam menyambut rangkaian Hari Jadi Kabupaten Jombang yang diperingati setiap 21 Oktober mendatang.

Tim terdiri 4 orang yakni Sigit Rheza Waluyo (sekretaris), Muhammad Arif (bendahara), Machfudin (ketua) dan Aning Suhartati perwakilan Jombang Kreatif Hub menjelaskan, kunjungan tersebut bertujuan menggali potensi budaya dan kesenian lokal yang selama ini belum banyak diangkat secara visual kepada masyarakat luas.

“Tujuan kami datang ke sini karena ada tugas dari Disporapar Jombang untuk menggali budaya dan kesenian yang ada di Jombang untuk sebuah event nantinya. Saat ini memang belum bisa kami sampaikan detail kegiatannya, tetapi inti besarnya adalah menggali potensi budaya Jombang,” tutur Sigit saat ditemui media ini dalam diskusi bersama Cak Nas di Perumahan Plandi, Senin (25/5/2026).

Sebagai komunitas yang bergerak di sektor fashion kreatif, lanjut Sigit, pihaknya ingin menerjemahkan kekayaan budaya lokal menjadi karya visual yang lebih mudah diterima masyarakat, khususnya generasi muda.

“Bagaimana kebudayaan maupun kesenian itu bisa divisualisasikan dalam sebuah fashion. Ya, harapannya masyarakat akan lebih mudah mengenali identitas Jombang melalui media visual yang menarik,” tutur Sigit.

Menurutnya lagi, selama ini Jombang lebih dikenal sebagai kota santri. Padahal, daerah ini memiliki kekayaan budaya, sejarah, tokoh-tokoh nasional hingga jejak peradaban yang sangat luas untuk digali dan diperkenalkan kembali kepada publik.

“Kalau sebelumnya budaya hanya dituangkan dalam bentuk gambar atau cerita, mungkin kurang menarik. Tapi, kalau divisualisasikan dalam fashion, orang akan lebih mudah memahami bahwa ternyata Jombang punya identitas budaya yang kuat,” jelasnya.

Dalam diskusi bersama Cak Nas tersebut, banyak referensi penting yang diperoleh, mulai dari akar sejarah kebudayaan Jombang hingga potensi pengembangan identitas daerah melalui karya kreatif modern.

Pihaknya mengaku terkejut karena ternyata Jombang memiliki ragam sisi budaya yang dapat dikupas lebih mendalam, tidak hanya dikenal dari sisi religiusitasnya semata.

“Jombang itu luas. Ketika dibedah dari sisi budaya, ternyata banyak sekali hal menarik yang bisa diangkat,” ujar Sigit serius.

Sementara itu, Cak Nas mengaku bahagia melihat masih adanya generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya daerah.

Menurutnya, kreativitas anak muda menjadi energi penting untuk menjaga identitas budaya agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman dan arus digitalisasi.

“Saya bahagia karena masih banyak yang peduli terhadap kebudayaan. Saya hanya menyampaikan akar-akarnya saja. Nanti dari akar itu akan berkembang menjadi banyak kreativitas baru,” tutur Cak Nas, pensiunan PNS Pemkab Jombang ini.

Adik kandung tokoh budayawan terkenal di tanah air ini, Emha Ainun Najib atau Cak Nun menegaskan, pelestarian budaya tidak cukup hanya berhenti pada diskusi atau dokumentasi sejarah, melainkan harus diwujudkan dalam karya nyata yang bisa dilihat dan dirasakan masyarakat.

“Jombang harus punya identitas yang terlihat jelas. Dari fashion kelihatan, dari karya seni kelihatan, dan itu harus terus dikembangkan,” ujar Cak Nas berpesan.

Cak Nas juga berharap gerakan kreatif semacam ini mampu menjadi jembatan edukasi budaya bagi generasi muda yang saat ini lebih dekat dengan dunia digital dibandingkan budaya lokal masa lalu.

“Budaya Jombang harus dilindungi, dikembangkan, dan dimanfaatkan, termasuk untuk sektor ekonomi kreatif. Kalau tidak ada anak-anak muda seperti ini, mungkin generasi sekarang akan semakin jauh dari akar budayanya sendiri,” pungkas Cak Nas yang bergabung di Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Jombang ini.(gus)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *