Haul Akbar ke-55 Mbah Wahab Jadi Momentum Mengenalkan Perjuangan Muassis NU kepada Generasi Muda

JOMBANG MEDIA NUSA-ANTARA. com- Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus pengasuh sepuh lingkungan Pondok Pesantren Tambakberas Jombang, Dr (HR) KH Mohammad Hasib Wahab Chasbullah menegaskan, pentingnya momentum haul Muassis NU KH Abdul Wahab Chasbullah atau Mbah Wahab sebagai sarana mengenalkan kembali sejarah perjuangan para pendiri NU kepada generasi muda, khususnya kalangan santri.

Hal itu disampaikan Gus Hasib sapaan akrabnya saat ditemui wartawan media ini di sela kegiatan Haul Muassis NU di kediaman pribadinya area Ponpes Tambak Beras Jombang, Sabtu (9/5/2026) siang.

Lebih jauh Gus Hasib menjelaskan tentang momentum haul, pihaknya menekankan inti utama haul bukan sekadar seremoni, melainkan menghidupkan kembali spirit perjuangan para muassis NU.
“Kalau Mbah Wahab ini memang kita ingin mengenalkan kembali kepada generasi sekarang, terutama para santri, bagaimana perjuangan beliau,” tuturnya.

Ia menjelaskan, selama hidupnya, Mbah Wahab mendedikasikan diri untuk perjuangan agama, bangsa, dan negara tanpa memikirkan kepentingan duniawi pribadi. Menurutnya, perjuangan Muassis NU harus menjadi motivasi bagi generasi muda agar memahami beratnya pengorbanan ulama terdahulu dalam membangun Indonesia dan menjaga Islam moderat.

“Cita-cita beliau jelas, Islam yang rahmatan lil alamin. Negara dan ulama harus berjalan bersama-sama,” katanya.

Gus Hasib juga menyinggung pentingnya peran ulama dan umara dalam menjaga kehidupan masyarakat. Ia mengutip pesan ulama terdahulu bahwa baik buruknya rakyat sangat dipengaruhi oleh kualitas pemimpin dan para ulama.
“Ada dua golongan, ulama dan umara. Kalau keduanya baik, maka rakyat juga akan baik. Tapi kalau pemimpinnya buruk, rakyat juga ikut tidak baik,” ungkapnya serius.

Menurutnya lagi, sejarah lahirnya NU pada 1926 tidak bisa dilepaskan dari perjuangan para ulama dalam menjaga akidah, tradisi Islam Ahlussunnah wal Jamaah, serta mempertahankan bangsa dari berbagai pengaruh ideologi yang dianggap bertentangan dengan nilai-nilai Islam dan kebangsaan.

Karena itu, Haul Muassis NU dinilai penting untuk terus diperingati agar generasi penerus tidak melupakan sejarah kebangkitan NU.

“Ini tonggak sejarah yang harus terus diperingati supaya generasi sekarang maupun yang akan datang tidak melupakan sejarah lahirnya NU oleh para muassis,” tegasnya.

Pihaknya juga menegaskan keyakinannya terhadap kekuatan NU sebagai organisasi besar yang lahir dari perjuangan ulama. Ia menyebut warga NU harus tetap menjaga persatuan dan istiqamah dalam merawat tradisi keislaman dan kebangsaan.

Dalam wawancara tersebut, Gus Hasib turut menyinggung dinamika perjalanan NU di masa lalu, termasuk posisi NU dalam percaturan politik nasional pada era Presiden Soekarno hingga berbagai tantangan yang dihadapi organisasi Islam saat itu.

Menutup keterangannya, ia berharap eksistensi NU di era sekarang tetap berpijak pada nilai perjuangan para pendiri organisasi dan terus menjadi kekuatan perekat bangsa di tengah berbagai dinamika sosial maupun politik nasional.

“Kami tegaskan bahwa NU harus tetap menjaga tradisi dan budaya Islam Nusantara di tengah perkembangan zaman yang semakin modern. Semangat perjuangan NU tidak boleh lepas dari nilai-nilai dasar Ahlussunnah wal Jamaah yang diwariskan para ulama terdahulu,” pungkasnya.(gus)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *