JOMBANG, MEDIA NUSA-ANTARA.com – Suasana haru dan khidmat menyelimuti prosesi pelepasan jamaah haji Kabupaten Jombang. Doa dan harapan mengalir, mengiringi langkah para tamu Allah SWT yang akan menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci.
Berdasarkan laporan panitia penyelenggara, jumlah jamaah haji Jombang pada tahun ini mengalami peningkatan signifikan. Jika sebelumnya tercatat sebanyak 1.048 jamaah, kini meningkat menjadi 1.263 jamaah yang tergabung dalam kloter 60, 61, 62, dan 63.
“Alhamdulillah, ini merupakan nikmat dan amanah besar bagi kita semua. Kami bersyukur atas peningkatan jumlah jamaah haji tahun ini,” ungkap Kepala Kantor Haji dan Umrah KH Ilham Rohim, SAg, MHi dalam laporannya di hadapan para pejabat dan jamaah calon haji yang siap diberangkatkan di Pendopo, Alun-alun Jombang, Rabu (6/5/2026).

Ilham menjelaskan, selama satu tahun terakhir, panitia bersama para jamaah telah melaksanakan berbagai rangkaian bimbingan manasik sebagai bekal dalam menjalankan ibadah haji. Dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Jombang juga menjadi faktor penting dalam kelancaran persiapan hingga pemberangkatan.
Pemerintah daerah memberikan fasilitas berupa pengangkutan koper jamaah serta penyediaan armada bus untuk seluruh jamaah haji. “Hal ini menjadi wujud nyata komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para tamu Allah SWT,” kata Ilham.
Untuk diketahui data terbaru calon jamaah haji asal Kabupaten Jombang yang siap berangkat sebanyak 1.262 orang ditambah 4 petugas haji daerah (PHD), sehinggal total 1.266 orang calhaj yang siap berangkat menuju Embarkasi Juanda Surabaya untuk menginap, kemudian melanjutkan keberangkatan ke Tanah Suci Makkah.

Dari jumlah tersebut usia calon haji yang berangkat di musim haji 1447 H/2026 M terdapat usia tertua 87 tahun bernama Sriah Taselem asal Desa Banjardowo, sedangkan termuda 17 tahun bernama Naqiba Alfainana Dusun Pesantren, Kecamatan Peterongan.
Bupati Jombang, Warsubi, dalam sambutannya menegaskan pentingnya pelayanan maksimal bagi jamaah haji. Ia menyampaikan bahwa keberangkatan haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin.
“Para jamaah haji adalah tamu Allah SWT. Maka sudah menjadi kewajiban kita semua untuk memberikan pelayanan terbaik, penuh keikhlasan dan tanggung jawab,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh jamaah untuk menjaga kesehatan serta memperkuat niat dalam menjalankan ibadah, agar seluruh rangkaian haji, mulai dari umrah wajib hingga puncaknya wukuf di Arafah, dapat dilaksanakan dengan sempurna.
Dalam suasana religius tersebut, jamaah juga diingatkan untuk senantiasa memperbanyak dzikir, baik di waktu pagi maupun petang, sebagai bentuk kedekatan kepada Allah SWT. Amalan tersebut diyakini menjadi sumber kekuatan dan ketenangan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Doa pun dipanjatkan bersama, memohon agar seluruh jamaah diberikan kesehatan, keikhlasan, serta kelancaran dalam beribadah, dan kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.
“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, kebahagiaan, dan menjadikan kita semua hamba yang dirindukan-Nya,” demikian harapan yang disampaikan dalam doa bersama.
Di akhir kegiatan, panitia pelaksana ibadah haji dan umrah dari Kantor Haji dan Umrah Jombang juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelayanan masih terdapat kekurangan.
Dengan penuh harap, keberangkatan jamaah haji Kabupaten Jombang tahun ini tidak hanya menjadi perjalanan ibadah, tetapi juga membawa keberkahan bagi daerah dan seluruh masyarakat.
Tampak hadir dalam pelepasan jamaah calon haji selain Bupati Jombang H Warsubi, Wabup H Salmanuddin Yazid, juga jajaran Forkopimda, sekda, asisten dan kepala-kepala OPD. (gus)

















