Wartawan Tak Bisa Meliput Kunjungan Wapres RI Gibran ke-55 Haul Akbar Mbah Wahab di Tambakberas Jombang, Pihak Istana Bawa Tim Humas

JOMBANG MEDIA NUSA-ANTARA.com – Agenda kunjungan kerja Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dalam rangka menghadiri Haul Akbar KH Abdul Wahab Chasbullah di Pondok Pesantren Tambakberas Jombang, Minggu (10/5/2026), dipastikan tidak dapat diliput langsung oleh kalangan wartawan lokal.

Informasi tersebut disampaikan pihak Kodim 0814 Jombang menyusul adanya perubahan kebijakan dari internal Protokoler Paspampres Istana Negara RI terkait pengamanan kegiatan kunjungan Wakil Presiden.

Dandim Jombang 0814 Letkol Kav Dicky Prasojo melalui Kepala Pasi Intel Kodim 0814 Jombang, Kapten Hery menyampaikan, seluruh wartawan tidak diperkenankan melakukan peliputan selama agenda kunjungan Wapres berlangsung di lingkungan Ponpes Tambakberas.

“Mohon maaf, ada perubahan mendadak yang belum sempat kami sampaikan kepada rekan-rekan wartawan. Kegiatan kunjungan Wapres RI ke Jombang tidak diperbolehkan diliput oleh wartawan,” ujarnya saat dikonfirmasi tak menjelaskan detail alasan pelarangan, Sabtu (9/5/2026).

Menurut Heri, keputusan tersebut merupakan kebijakan langsung dari pihak Protokol Istana Negara yang telah menyiapkan tim humas dan dokumentasi internal sendiri untuk mendampingi kegiatan Wakil Presiden.

“Dari pihak protokol Istana Negara sudah membawa tim humas sendiri,” tambahnya.
Meski demikian, Heri menegaskan pembatasan peliputan hanya berlaku saat rangkaian kunjungan Wakil Presiden berlangsung.

Sedangkan untuk kegiatan haul lainnya, wartawan tetap diperbolehkan melakukan peliputan seperti biasa.

“Kalau untuk kegiatan lain dalam rangkaian Haul Akbar, seperti pengajian dan agenda lainnya, silakan rekan-rekan meliput. Tidak perlu meminta ID Card dari Kodim,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu tuan rumah kegiatan Haul Akbar Mbah Yai Wahab Chasbullah dari unsur dzurriyah, Dr (Hr) KH Mohammad Hasib Wahab Chasbullah yang akrab disapa Gus Hasib menanggapi santai kebijakan pembatasan peliputan tersebut.

Menurutnya, keputusan itu sepenuhnya menjadi kewenangan pihak protokol kepresidenan yang tentunya memiliki pertimbangan tersendiri, terutama berkaitan dengan aspek pengamanan kepala negara.

“Ya, itu wewenang penuh pihak protokol kepresidenan. Kita harus menghargai dan menghormati,” ujar Gus Hasib singkat.

Sebelumnya, sejumlah wartawan di Jombang berencana mengambil ID Card peliputan melalui Bagian Intel Kodim 0814 Jombang. Namun, saat proses koordinasi berlangsung, mendadak muncul perubahan kebijakan yang menyatakan peliputan kunjungan Wakil Presiden tidak diperkenankan bagi media massa lokal.(gus)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *