DLH Jombang Imbau Masyarakat Hati-hati Menghadapi Cuaca Ekstrim, Antisipasi Pohon Rawan Tumbang dan Sampah RMT 150 Ton/Hari

JOMBANG MEDIA NUSANTARA. Com– Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang, Miftahul Ulum mengimbau kepada masyarakat terkait cuaca ekstrim belakangan ini agar lebih berhati-hati dan waspada dalam melakukan aktivitas sehari-hari baik di rumah maupun di luar rumah. pihaknya terus melakukan langkah antisipasi terhadap potensi bencana lingkungan akibat perubahan iklim, termasuk pohon rawan tumbang dan timbunan sampah rumah tangga.

Menurut Ulum, fenomena cuaca yang tidak menentu—antara kemarau dan hujan deras—membuat kondisi pepohonan di tepi jalan maupun kawasan padat penduduk perlu mendapat perhatian serius.

“Pemangkasan yang dilakukan bukan untuk mematikan pohon, tetapi sekadar mengurangi ranting atau cabang yang berisiko roboh diterpa angin dan hujan. Ini langkah pencegahan, bukan penebangan,” jelasnya saat ditemui awak media ini, di Kantor LH, kemarin.

Ia menambahkan, banyak pohon dengan dahan rimbun yang bila terkena angin kencang berpotensi menimbulkan kecelakaan. “Kami harus jaga bersama. Masyarakat juga perlu mengingatkan bila melihat pohon berbahaya,” tambahnya.

Selain itu, persoalan sampah juga menjadi perhatian DLH Jombang. Data pihaknya menunjukkan, timbunan sampah rumah tangga (SRT) yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) rata-rata mencapai 150 ton per hari.
“Jumlah itu di luar kapasitas ideal. Sampah yang masuk bercampur, baik organik maupun anorganik. Padahal perilaku masyarakat dalam memilah sampah sangat penting agar penanganannya lebih mudah,” tegas Ulum.

DLH Jombang mengaku telah membentuk relawan desa dan memaksimalkan peran TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle). Namun, ia menilai perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah tidak bisa instan.
“Ini butuh edukasi jangka panjang. Tapi kami tidak akan lelah, baik lewat langkah darurat maupun program berkelanjutan. Harapannya, masyarakat ikut menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ulum mengingatkan bahwa sungai dan lahan terbuka bukanlah tempat pembuangan sampah. “Kalau ada tumpukan sampah di jalan atau sungai, itu bukan hanya merusak pemandangan tapi juga mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan,” jelas Ulum.

Disinggung apakah DL tidak membangun TPS-TPS baru di sejumlah ruas jalan yang banyak tumpukan sampah rumah tangga yang dibuang seenaknya oleh warga, Ulum mengatakan, penyediaan TPS baru perlu dilihat dulu lokasi tanahnya, apakah tanah tanah yang akan dibangun bak sampah itu milik warga atau fasilitas umum, maka harus dipastikan dulu kepemilikan status tanah tersebut.

” Ya, kita gak bisa pastikan langsung bangun bak-bak sampah di pinggir jalan, misalnya di ruas akses jalan umum atau lokasi milik warga. Tetapi, intinya bagaimana kita berikan edukasi dan kesadaran bersama agar kita semua masyarakat tetap menjaga kebersihan lingkungan, membuang sampah pada tempatnya dan tidak membakar sampah sembarangan,” pesan penting Ulum. (gus)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *