Ponpes Al Hasyim Mayangan Berdiri 2019 atas Wasiat KH Sholahuddin Wahid, Kini Makin Berkembang

JOMBANG MEDIA NUSANTARA. Com- Di Kabupaten Jombang, Jatim, terdapat ratusan pondok pesantren (ponpes) yang tersebar di semua wilayah, di antaranya empat ponpes ternama yakni Ponpes Tebuireng, Cukir, Ponpes Tambak Beras, Ponpes Denanyar dan Ponpes Rejoso Peterongan.
Ada lagi, ponpes yang kini mulai berkembang, yaitu Ponpes Al Hasyim di Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang yang didirikan atas perintah langsung almarhum KH Sholahuddin Wahid, pengasuh Ponpes Tebuireng kala itu.

Pesantren ini mulai berdiri Tahun 2019 kemudian diresmikan 27 Desember 2019.
Pendiri pondok, yang juga pengajar di beberapa lembaga pendidikan di Mayangan dan Tebuireng menceritakan awal mula berdirinya pesantren tersebut. Saat itu, KH Sholahuddin Wahid atau yang akrab disapa Gus Sholah, menanyakan kepadanya mengenai kepemilikan sebidang tanah di sebelah rumahnya.

“Beliau bertanya ke saya, apa tanah sebelah ini milikmu ?’ Saya jawab, iya. Lalu beliau berkata, ‘besok bangunkan pondok, ya !’ tutur Dr KH Nur Hanan, Lc mengenang perintah Gus Sholah kepada awak media ini di kediamannya, Mayangan, kemarin siang.

Ia melanjutkan kisahnya, nama Al Hasyim diambil dari nama kakek Gus Sholah yakni KH M Hasyim Asy’ari serta dari nama kakek pendiri pondoknya sendiri, Muhammad Hasyim. Setelah diresmikan, pondok mulai menerima santri termasuk mahasiswa Ma’had Aly Tebuireng yang belum diizinkan kembali ke asrama saat pandemi COVID-19 melanda.

 

Seiring waktu, pondok ini semakin berkembang. Santri berdatangan bukan hanya dari sekitar Jombang, tetapi juga dari berbagai daerah lain, bahkan dari Malaysia. Saat ini, jumlah santri lama tercatat sekitar 84 orang, sementara santri baru yang sudah mendaftar tahun ini berjumlah kurang lebih 114 orang. Para pembina sebagian besar merupakan alumni Pondok Pesantren Tebuireng yang telah menyelesaikan studi S1 dan ditugaskan untuk membantu pengelolaan Al Hasyim.

“Pembina di sini ada yang berasal dari Riau, Mayangan, bahkan Malaysia. Kami juga menyiapkan kader pembina dari internal pondok. Mereka yang lulus Madrasah Aliyah kami kuliahkan, termasuk melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) ,” jelas Nur Hanan pengasuh pondok.

Program pendidikan di Ponpes Al Hasyim ini, papar Hanan, meliputi pembelajaran kitab-kitab pesantren, termasuk tafsir dan fikih. Santri yang berpotensi kemudian diarahkan melanjutkan studi ke Universitas Al Azhar, Mesir, selama empat tahun. Sepulang dari Mesir, mereka diharapkan menjadi pengajar baik di pondok ini maupun di lembaga pendidikan lainnya, termasuk Tebuireng.

Pendiri pondok sendiri memiliki rekam jejak panjang di dunia pendidikan. Hanan pernah mengajar di Madrasah Aliyah sejak tahun 1997 hingga 2006, kemudian menjabat Wakil Rektor di sebuah perguruan tinggi selama dua periode, yakni 2006-2012 dan 2012-2022. Selain aktif mengajar di Mayangan, ia juga pernah menjadi pengajar di lingkungan Tebuireng dan menyelesaikan studi doktoral di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, diwisudah tahun 2024.

Dengan semangat pengkaderan dan pendidikan yang kuat, Pondok Pesantren Al Hasyim terus berkembang menjadi salah satu pusat pendidikan agama di kawasan Jombang, lengkap dengan fasilitasnya yang memadai. (gus)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *