Pemkab Jombang Siapkan Kawasan Industri Utara Brantas, Bidik Investasi Rp2,56 T, dan Serap Lapangan Kerja Baru

JOMBANG MEDIA NUSA-ANTARA. com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang mulai mematangkan pengembangan kawasan utara Sungai Brantas sebagai pusat pertumbuhan industri baru. Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus magnet investasi yang mampu membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Jombang, H Agus Purnomo, SH, MSi dalam wawancara eksklusif dengan media ini di ruang kerjanya, kemarin siang.

Menurut Agus, pengembangan kawasan industri di wilayah utara Brantas merupakan langkah strategis untuk memperkuat daya saing ekonomi Kabupaten Jombang di tengah persaingan investasi yang semakin ketat.

“Kawasan industri di utara Brantas menjadi prioritas pemerintah daerah. Persoalan lahan harus diselesaikan terlebih dahulu agar investor memiliki kepastian hukum sebelum menanamkan modalnya,” ujar Agus.

Optimisme tersebut, lanjut mantan Kabag Hukum, Setkab Jombang, sejalan dengan target Pemkab Jombang untuk melampaui realisasi investasi sebesar Rp2,56 triliun pada tahun 2026. Target itu sebelumnya mengemuka dalam High Level Meeting (HLM) Forum Investasi, Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (TP2ED), dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Jawa Timur di Surabaya.

Agus menegaskan, penyelesaian persoalan lahan menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan investor. Selain itu, pembangunan infrastruktur penunjang, khususnya akses jalan menuju kawasan industri, juga menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

Meski keterbatasan fiskal daerah belum memungkinkan pembangunan infrastruktur tersebut dibiayai melalui APBD 2026 maupun 2027, Pemkab Jombang terus mencari berbagai alternatif sumber pendanaan agar proyek strategis tersebut dapat direalisasikan.

“Jalan merupakan pintu masuk investasi. Karena itu, kami terus berupaya mencari solusi agar pembangunan infrastruktur tetap berjalan dan mampu mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Tidak hanya berfokus pada investasi, Pemkab Jombang juga berkomitmen membangun kawasan industri yang berkelanjutan dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Sejumlah fasilitas pendukung seperti jaringan jalan lingkungan, sistem drainase, penyediaan air bersih, sanitasi, penerangan jalan umum (PJU), ruang terbuka hijau (RTH), hingga pengelolaan persampahan akan dikembangkan secara bertahap.

Menurut Agus, pertumbuhan ekonomi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

“Pengembangan kawasan industri tidak cukup hanya membangun pabrik. Kawasan tersebut juga harus didukung fasilitas umum yang memadai agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Di sisi lain, Pemkab Jombang memastikan seluruh pelayanan investasi dilakukan secara cepat, transparan, dan bebas dari praktik percaloan. Agus menegaskan, arahan Bupati Jombang sangat jelas, yakni memberikan kemudahan dan kepastian bagi setiap investor yang ingin menanamkan modal di Kota Santri. Komitmen tersebut menjadi bagian dari visi mewujudkan Jombang sebagai daerah yang ramah investasi dan ramah administrasi.

Melalui penyederhanaan birokrasi, percepatan pelayanan perizinan, serta kepastian hukum bagi pelaku usaha, Pemkab optimistis kawasan industri utara Brantas akan berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu mendorong investasi, menggerakkan UMKM, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan daerah.(gus)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *