Pengajian Nyai Hj Kharisma di Mancar Timur Dihadiri Ribuan Jamaah, Pesan Mendalam Mujiz Asmaul Haq KH Soubari : Jangan Menyakiti Sesama

JOMBANG MEDIA NUSA-ANTARA. com- Suasana religius penuh kekhidmatan menyelimuti kegiatan pengajian umum yang digelar di Dusun Mancar Timur, Desa Mancar, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Selasa (28/4/2026) malam.

Kegiatan ini menghadirkan ustazah kondang Nyai Hj Kharisma Yogi Noviana dari Kota Madiun yang sukses menarik perhatian masyarakat. Sejak awal acara, jamaah tampak memadati lokasi dan mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh antusias.

Acara diawali dengan lantunan sholawat yang menggema oleh grup Albanjari Kertosono Ngajuk binaan Kyai Ahmad Mansyur alias Mbah Towab penasehat Majelis Zhikir Asmaul Haq Pusat Jombang, mengajak seluruh jamaah untuk bersama-sama mengagungkan Nabi Muhammad SAW. Nuansa syahdu terasa kuat, mempererat kebersamaan sekaligus menumbuhkan rasa cinta kepada Rasulullah.

Memasuki tausiyah inti, Hj Kharisma menyampaikan pesan penting tentang arti kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Ia menegaskan bahwa setiap individu harus berupaya menjaga persatuan dan menghindari pertentangan.

“Kita harus berusaha agar tidak terjadi perpecahan. Jangan sampai perbedaan membuat kita saling bertentangan. Justru dengan kebersamaan, kita bisa saling menguatkan,” tuturnya di hadapan jamaah.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus melangkah bersama dalam satu tujuan, membangun kekuatan kolektif yang dilandasi keimanan dan rasa saling menghargai.

“Kita ini tidak berjalan sendiri. Kita melangkah bersama. Dengan bersama-sama, segala yang terasa berat akan menjadi lebih ringan,” lanjutnya.

Dalam suasana yang penuh kehangatan, ia turut mengajak jamaah untuk menyambut setiap nikmat dan momentum kehidupan dengan rasa syukur. Kebersamaan, menurutnya, menjadi kunci dalam meraih keberkahan dari Allah SWT.

“Alhamdulillah, mari kita sambut segala nikmat ini dengan kebersamaan, dengan hati yang bersih, dan penuh harapan akan keberkahan,” ungkapnya.

Lantunan sholawat yang kembali dikumandangkan semakin menguatkan suasana spiritual. Jamaah tampak larut dalam kekhusyukan, mengikuti setiap rangkaian acara dengan penuh penghayatan.

Pengajian umum ini tidak hanya menjadi sarana memperdalam ilmu agama, tetapi juga momentum mempererat tali silaturahmi antarwarga, antarumat beragama, masyarakat dan antarjamaah Asmaul Haq sendiri.

Semangat persatuan dan kebersamaan yang disampaikan itu diharapkan dapat terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari.
Hingga acara berlangsung, jamaah tetap antusias dan khusyuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mencerminkan tingginya semangat religius masyarakat setempat.

Kharisma juga menyinggung pentingnya ketaatan seorqng anak kepada kedua orang tuanya, seorang istri taat kepada suaminya. ” Jangan sampai anak durhaka kepada ibu-bapaknya. Juga seorang istri, wajib taat kepada suaminya. Kalau istri ke luar rumah untuk urusan, maka wajib ijin kepada suaminya. Salat ke masjid saja, istri harus minta ijin dulu suaminya, tidak mungkin suaminya melarang dalam urusan ibadah,” tutur Kharisma.

Dakwah menyejukkan yang diselingi humoris membut para jamaah terasa betah di tempat dudukunya, Kharisma benar-benar mampu menyita perhatian publik Mancar Timur hingga di penutup acara.

Sementara itu, pembina spiritual Majelis Zhikir Asmaul Haq Pusat Jombang Al Mukkarom Mujiz KH Muhammad Soubari, SAg menyampaikan pesan yang mendalam, bahwa dalam kehidupan bertetangga, setiap individu hendaknya mampu menghadirkan kebaikan. Jika tidak mampu memberikan kebahagiaan bagi orang lain, maka setidaknya jangan sampai menyisakan luka di hati sesama.

Selain itu, jamaah juga diingatkan untuk senantiasa menjaga hati dan menghindari perbuatan yang dapat menyakiti orang lain.

“Sebab, akhlak yang baik menjadi salah satu kunci utama dalam meraih kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat”, tutur Kyai Soubari.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan sebuah kisah inspiratif tentang salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang disebut sebagai calon penghuni surga. Ketika para sahabat lainnya penasaran dengan amalan yang dimilikinya, sahabat tersebut justru menyampaikan bahwa ibadahnya biasa saja.

Namun, ia berusaha untuk tidak pernah menyakiti hati siapapun.

“Kisah tersebut menjadi pelajaran berharga bahwa menjaga perasaan orang lain merupakan amalan sederhana namun memiliki nilai yang sangat tinggi di sisi Allah SWT,” pesannya.

Mantan dosen Universitas Darul Ulum Jombang ini mengajak seluruh jamaah untuk terus memperbaiki diri, menjaga akhlak, serta mempererat tali persaudaraan.

“Jika kita belum mampu membahagiakan orang lain, maka jangan sampai kita justru melukai hatinya,” tandas Soubari dalam pesannya yang mendalam itu.

Suasana haru pun menyelimuti penutupan acara. Para jamaah tampak khusyuk menyimak setiap pesan yang disampaikan, dengan harapan dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan berakhirnya tausiyah tersebut, seluruh rangkaian kegiatan pengajian umum resmi ditutup, meninggalkan kesan mendalam bagi para jamaah yang hadir.

Ketua Panitia Halal Bihalal (HBH) Yayasan Asmaul Haq Pusat Jombang 2026, Agus Fitriono menyampaikan terimah kasih banyak dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada para jamaah, pengurus, panitia, tamu Forkopimcam Peterongan, Nyai Hj Kharisma dan Mujiz Asmaul Haq KH Soubari sehingga seluruh rangkaian acara perayaan HBH Asmaul Haq 1947 H/2026 M berlangsung lancar, kondusif dan sukses.

“Alhamdulillah, atas izin dan ridho ALLAH SWT, seluruh rangkaian acara berjalan lancar, kondusif dan sukses,” ucap Agus Fitriono yang juga sebagai Carik Desa Mancar ini.(gus).




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *