Dinkes Jombang–Puskesmas Pulo Lor Gelar Aksi Bergizi : Wujudkan Santriwati Sehat, Cegah Anemia Sejak Dini

JOMBANG MEDIA NUSA-ANTARA.com – Upaya peningkatan kesehatan remaja putri terus digencarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang bersama Puskesmas Pulo Lor sebagai program prioritas dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Salah satunya melalui kegiatan Gerakan Aksi Bergizi yang digelar di Asrama Hasbullah Said, Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar, Jumat (24/04/2026) pagi.

Kegiatan ini difokuskan pada pencegahan anemia sebagai salah satu faktor risiko stunting di masa depan, khususnya pada remaja putri.

Acara dibuka oleh Pengasuh Asrama, Gus M. Nurul Huda, M.Pd, bersama Tim Aksi Bergizi Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang yang dikoordinatori oleh Sulistiyani, SKM, M.Kes.

Sebanyak sekitar 100 santriwati mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Rangkaian acara diawali dengan senam pagi bersama, dilanjutkan edukasi interaktif tentang anemia, konsumsi tablet tambah darah (TTD) secara serentak, serta pemeriksaan status gizi dan skrining anemia.

Anggota tim kesehatan, Annisaul Lathifa, S.Keb., Bdn., menjelaskan bahwa remaja putri merupakan kelompok yang rentan mengalami anemia, terutama akibat siklus menstruasi yang rutin serta pola konsumsi gizi yang belum seimbang.

“Anemia pada remaja putri umumnya ditandai dengan gejala 5L, yaitu lesu, lelah, letih, lemah, dan lalai. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berdampak pada penurunan konsentrasi belajar hingga prestasi akademik. Melalui aksi bergizi ini, kami mendorong kepatuhan konsumsi TTD serta peningkatan kesadaran gizi seimbang,” jelasnya.

Ia menambahkan, intervensi sejak usia remaja menjadi langkah penting dalam memutus rantai stunting, karena kondisi kesehatan calon ibu sangat berpengaruh terhadap kualitas generasi berikutnya.

Sementara itu, salah satu peserta, Biki Najiha, mengaku mendapatkan pemahaman baru dari kegiatan tersebut.

“Awalnya saya kurang tertarik minum TTD, tapi setelah tahu dampak anemia seperti mudah pusing dan sulit berkonsentrasi, saya jadi lebih sadar pentingnya menjaga kesehatan dan rutin minum TTD,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di kalangan santriwati, serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya pencegahan anemia secara berkelanjutan.
Program Aksi Bergizi di lingkungan pesantren ini juga menjadi bagian dari strategi promotif dan preventif dalam mendukung terwujudnya generasi emas yang sehat, produktif, dan bebas stunting di masa mendatang. (gus/*)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *