Perpustakaan Jombang Adaptasi di Era Digital, Miliki Buku 37 Ribu Eksemplar dan 21.469 Judul Buku, Kunjungan Pembaca 100 Orang/Hari

JOMBANG MEDIA NUSA-ANTARA. com- Perkembangan teknologi digital yang pesat tidak membuat eksistensi perpustakaan di Kabupaten Jombang meredup. Justru, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) setempat terus berinovasi agar tetap relevan di tengah perubahan pola konsumsi informasi masyarakat.

Kepala Bidang Perpustakaan, Kantor Disperpusip Jombang Didik Heru Purwanto, SE mengatakan, pergeseran dari buku konvensional ke media digital merupakan fenomena yang tidak bisa dihindari. Namun, hal itu disikapi dengan langkah adaptif melalui penguatan layanan berbasis teknologi.

“Sekarang ini semuanya sudah serba digital. Masyarakat menggunakan Android, sehingga kami juga harus mengikuti perkembangan zaman,” ujar Didik didampingi stafnya, Prince Dinda ditemui media ini, di ruang kerjanya, Kantor Disperpusip, Kabupaten Jombang, Selasa (28/4/2026).

 

 

Sebagai bentuk inovasi, pihaknya menghadirkan layanan perpustakaan digital melalui E-Pusda (Elektronik Perpustakaan Daerah) yang dapat diakses masyarakat secara daring. Selain itu, layanan perpustakaan konvensional tetap berjalan melalui perpustakaan induk yang berada di lantai satu dan dua.

Tak hanya itu, Didik menandaskan, program perpustakaan keliling (pusling) juga terus digencarkan guna menjangkau masyarakat hingga ke wilayah desa.
“Kami juga melakukan pembinaan ke desa-desa agar setiap desa memiliki perpustakaan sendiri, baik dari sisi sarana maupun pengelolaan,” tandas kerabat dekat Bupati H Warsubi ini.

Dinas Perpustakaan, lanjut dia, juga menjalin kerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMPD) serta Dinas Pendidikan (Disdik) untuk memperkuat literasi di tingkat desa dan sekolah, khususnya jenjang SD hingga SMP.

Ditanya soal pengadaan buku bacaan,
pengadaan buku sesuai Kebutuhan pembaca
terkait koleksi buku, Didik menyebutkan, pengadaan dilakukan berdasarkan kebutuhan masyarakat. Setiap usulan buku dihimpun dan dijadikan dasar dalam proses pengadaan tahunan.

“Permintaan masyarakat kami inventarisir, kemudian menjadi usulan pengadaan di tahun berikutnya,” sebutnya.

Saat ini, kata dia lagi, perpustakaan Kabupaten Jombang memiliki sekitar 12.468 judul buku dan 37 ribu eksemplar, dengan berbagai kategori.
Namun demikian, setiap buku yang masuk, terutama dari sumbangan, tetap melalui proses seleksi ketat sebelum disajikan kepada pembaca.

“Kami lakukan penyaringan agar buku yang tersedia layak dan sesuai untuk dibaca masyarakat,” jelasnya.

Prince Dinda menambahkan, minat baca konvensional masih bertahan
di tengah gempuran digitalisasi, minat baca masyarakat secara langsung di perpustakaan masih cukup tinggi. Rata-rata kunjungan harian mencapai 80 hingga 100 orang.
“Alhamdulillah, pembaca yang datang langsung ke perpustakaan masih ada dan cenderung meningkat,” ungkap Prince.
Seluruh layanan perpustakaan tersebut juga dapat diakses secara gratis oleh masyarakat.

Selain itu, soal anggaran pengadaan buku bacaan, Prince menyebutkan dibiayai oleh APBD, yaitu program literasi terus dikuatkan
untuk mendukung berbagai program tersebut, karena pembiayaan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jombang, yang dialokasikan untuk kegiatan seperti perpustakaan keliling, pembinaan desa, hingga pengembangan layanan.

Meski tidak merinci besaran anggaran, pihaknya memastikan komitmen untuk terus mengembangkan perpustakaan sebagai pusat literasi masyarakat.
“Kami akan terus berupaya meningkatkan layanan, baik secara digital maupun konvensional,” pungkas Didik dan Prince. (gus)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *