JOMBANG MEDIA NUSA-ANTARA. com- Pengasuh Pondok Pesantren Tambakberas Jombang, Jatim, KH. Abdul Hasib Wahab (Gus Hasib), menyatakan kesiapan pesantren yang dipimpinnya untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) yang direncanakan berlangsung pada Agustus 2026 di Kabupaten Jombang.
Menurut Gus Hasib, berbagai persiapan telah dilakukan, mulai dari pembentukan panitia hingga penyiapan sarana dan prasarana pendukung kegiatan. Saat ini, panitia fokus pada penyempurnaan sejumlah fasilitas agar pelaksanaan muktamar dapat berjalan dengan lancar dan nyaman bagi seluruh peserta.
“Alhamdulillah, kami siap sebagai pelaksana dan tuan rumah. Panitia sudah terbentuk dan berbagai sarana sudah mulai disiapkan. Tinggal beberapa penyempurnaan fasilitas yang diperlukan,” ujar Gus Hasib saat ditemui media ini, di kediaman pribadinya, kompleks Ponpes Bahrul Ulum Tambak Beras, Jombang, Jatim, Kamis (10/7/2026) pagi.
lebih jauh zurriyat muasis NU ini menjelaskan, untuk mendukung kebutuhan peserta, panitia juga telah menyiapkan berbagai kebutuhan konsumsi dan akomodasi. Dukungan dari masyarakat serta para simpatisan NU terus mengalir sebagai bentuk partisipasi menyukseskan agenda organisasi terbesar di Indonesia tersebut.
Kemudian kegiatan utama muktamar direncanakan berlangsung di aula Pondok Pesantren Tambakberas yang memiliki kapasitas sekitar 1.500 orang. Sementara untuk peserta tambahan, peninjau, dan tamu undangan lainnya akan disiapkan area pendukung di lingkungan pesantren yang memiliki lahan cukup luas.
Terkait aspek keamanan, terutama jika dihadiri Presiden Republik Indonesia dan sejumlah pejabat negara, pihak pesantren akan melakukan koordinasi intensif dengan aparat keamanan serta pemerintah daerah.
“Kami akan berkoordinasi dengan kepolisian, pemerintah daerah, dan seluruh pihak terkait agar pengamanan serta kelancaran kegiatan dapat berjalan optimal,” ungkap Gus Hasib.
Menurut Gus Hasib, dipilihnya Pondok Pesantren Tambakberas sebagai lokasi muktamar memiliki nilai historis yang kuat. Tambakberas merupakan salah satu pesantren tertua di Jombang yang memiliki hubungan erat dengan sejarah lahir dan berkembangnya Nahdlatul Ulama, serta menjadi tempat perjuangan para ulama besar, termasuk Pahlawan Nasional KH. Abdul Wahab Chasbullah.
“Tambakberas memiliki sejarah panjang dalam perjalanan NU. Kami berharap muktamar ini membawa keberkahan dan semangat perjuangan para pendiri NU untuk menjawab tantangan organisasi ke depan,” ujarnya.
Ia juga berharap pelaksanaan muktamar dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Jombang, khususnya sektor usaha mikro, perdagangan, dan kuliner. Panitia berencana menyediakan area bazar dan ruang partisipasi bagi pelaku usaha lokal agar dapat merasakan manfaat ekonomi dari kedatangan ribuan peserta dari berbagai daerah.
Terkait kebutuhan anggaran, Gus Hasib memperkirakan penyelenggaraan muktamar berskala nasional tersebut membutuhkan dana lebih dari Rp30 miliar. Anggaran tersebut akan digunakan untuk kebutuhan konsumsi, akomodasi, transportasi, pengamanan, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya.
Meski demikian, ia optimistis pelaksanaan Muktamar NU 2026 di Jombang dapat berlangsung sukses melalui kerja sama seluruh elemen, mulai dari panitia, pesantren, warga NU, masyarakat, hingga pemerintah daerah.
“Kami berharap muktamar ini menjadi ajang konsolidasi organisasi yang berlangsung dalam suasana sejuk, damai, dan penuh persaudaraan, sekaligus membawa manfaat bagi masyarakat Jombang dan kemajuan Nahdlatul Ulama,” jelasnya.
Disinggung soal kriteria calon kandidat kuat ketua umum PBNU mendatang, Gus Hasib enggan menyebutkan kriteria maupun sosok yang layak dipilih sebagai ketua umum PBNU mendatang.
“Soal kriteria calon yang dipilih nanti ya apa kata muktamirin saja ya. Tapi, muktamar ini adalah muktamar yang gembira. Saya mengajak seluruh peserta muktamar dan masyarakat untuk menyambutnya dengan penuh kegembiraan,” pungkasnya. (gus)
————-
BIOGRAFI :
Dr (H.C.) KH. Mohammad Hasib Wahab Chasbullah (Gus Hasib) adalah Ketua Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. Lahir di Jombang pada 3 Desember 1949, beliau adalah putra dari Pahlawan Nasional dan pendiri NU, KH. Abdul Wahab Chasbullah. Beliau merupakan tokoh karismatik yang memadukan peran sebagai ulama, tokoh Nahdlatul Ulama, dan mantan politikus.
Latar Belakang Keluarga: Lahir dari pasangan KH. Abdul Wahab Chasbullah dan Nyai Hj. Rohmah Abdul Majid. Beliau berasal dari garis keturunan pendiri pesantren dan memiliki silsilah yang bersambung dengan para tokoh besar di lingkungan pesantren.
Riwayat Pendidikan: Menimba ilmu agama di Pesantren Tegalrejo, Magelang (mengikuti KH. Amanullah) lalu pindah ke Sarang, Rembang. Beliau juga menempuh pendidikan tinggi di UNDAR Jombang jurusan Hubungan Internasional dan memperoleh gelar Doktor (HC) dari America World Institute.
Kepemimpinan Pesantren: Menjabat sebagai Ketua Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas yang dipilih melalui Musyawarah Besar Bani Chasbullah pada tahun 2009. Beliau dikenal berjasa dalam membuka dan mengintegrasikan pendidikan formal berbasis umum di lingkungan pondok pesantren.
Kiprah Organisasi & Politik:
Dipercaya sebagai salah satu Ketua Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Di dunia politik, beliau pernah aktif menjadi Anggota DPR RI periode 2004–2009 dari Fraksi PDI Perjuangan. (gus)

















