Disperpusip Gelar Lomba Literasi Budaya Tingkat SD/MI se- Jombang, Bupati : Minat Baca Turun Drastis 60 Persen, Minta Lakukan Inovasi Baru

JOMBANG MEDIA NUSA-ANTARA.com-Gebyar Lomba Bertutur tingkat SD dan MI se-Kabupaten Jombang, Jatim, yang berlangsung dua hari, Rabu-Kamis (12-13/5/2026) di Ruang Pendopo, Alun-alun Jombang mendapat sambutan meriah para guru pendamping, kepala sekolah dan sejumlah pejabat OPD, termasuk Sekda H Agus Purnomo, SH, MH hadir mewakili Bupati H Warsubi.

Dalam sambutan Kepala OPD Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Jombang Thonsom Pranggono mengatakan, kegiatan Lomba Bertutur tingkat SD ini merupakan salah satu upaya Pemkab Jombang melalui Disperpusip untuk menumbuhkan budaya literasi sejak dini, sekaligus membangun karakter generasi muda yang percaya diri, kreatif, dan mencintai budaya daerahnya.

Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar membaca dan memahami cerita, tetapi juga dilatih untuk berani tampil di depan umum, mengasah kemampuan berkomunikasi, serta mengekspresikan isi cerita dengan baik dan menarik.

Kami berharap lomba bertutur ini dapat menjadi ruang positif bagi para siswa untuk mengenal dan mencintai cerita rakyat, legenda daerah, serta nilai-nilai luhur budaya bangsa yang terkandung di dalamnya.

Sebab di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat, budaya literasi harus terus diperkuat agar generasi muda tidak kehilangan jati dirinya.

“Kami juga mengapresiasi semangat para peserta yang telah mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Kepada para guru dan orang tua, kami sampaikan terima kasih atas pendampingan dan dukungan yang diberikan kepada anak-anak sehingga mereka mampu tampil percaya diri dalam ajang ini. Kepada dewan juri, kami berharap dapat memberikan penilaian secara objektif dan profesional sehingga nantinya terpilih peserta terbaik yang dapat membawa nama Kabupaten Jombang ke tingkat yang lebih tinggi,” ujar Thonsom dalam laporannya itu.

Dalam lombang berlangsung pihaknya berpesan, kepada seluruh peserta tampilkan kemampuan terbaik kalian, jadikan kegiatan ini sebagai pengalaman berharga untuk terus belajar dan berkembang.

Sementara itu, Bupati Jombang Warsubi menegaskan, pentingnya penguatan budaya literasi dan pelestarian cerita rakyat di kalangan generasi muda saat membuka kegiatan Lomba Bertutur/Literasi Budaya Tahun 2026 yang digelar Disperpusip Kabupaten Jombang.

Warsubi yang diwakili Sekda Agus Purnomo mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya membangun budaya membaca sekaligus membentuk karakter anak sejak dini.

“Melalui kegiatan ini anak-anak tidak hanya belajar membaca, tetapi juga belajar menyusun kata, membangun rasa percaya diri, dan menyampaikan pesan dengan baik serta santun,” ujar Warsubi.
Kegiatan lomba bertutur itu dilaksanakan selama dua hari, yakni 12–13 Mei 2026, dan diikuti puluhan peserta dari tingkat SD di Kabupaten Jombang.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang positif untuk menumbuhkan keberanian tampil di depan umum sekaligus mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda.

Warsubi juga menyoroti pentingnya peningkatan minat baca masyarakat. Ia meminta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan terus melakukan inovasi agar perpustakaan menjadi pusat belajar dan kreativitas yang diminati masyarakat.

“Perpustakaan jangan hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi harus menjadi pusat tumbuhnya gagasan, kreativitas, dan budaya literasi,” tegasnya.

Selain itu, ia mendorong agar layanan literasi diperluas hingga menjangkau pondok pesantren dan masyarakat desa. Menurutnya, kebutuhan bahan bacaan, termasuk kitab dan referensi pendidikan di lingkungan pesantren, perlu mendapat perhatian lebih.

Dalam kesempatan tersebut, Warsubi juga memberikan motivasi kepada para peserta lomba agar tampil percaya diri dan menjadikan kompetisi sebagai sarana belajar.

“Menang atau kalah bukan hal utama. Yang paling penting adalah keberanian untuk tampil, belajar, dan terus berkembang menjadi anak yang cerdas dan berkarakter,” katanya.

Ia berharap kegiatan lomba bertutur mampu melahirkan generasi muda Jombang yang memiliki kemampuan komunikasi baik, mencintai budaya daerah, serta mampu menjaga nilai-nilai kearifan lokal di tengah perkembangan zaman.

Acara pembukaan lomba turut dihadiri jajaran TP PKK Kabupaten Jombang, kepala OPD, kepala sekolah, guru pendamping, dewan juri, dan para peserta lomba literasi budaya bertutur tahun 2026.(gus)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *