Rapat Pleno Baznas Jombang, Very Ditunjuk sebagai Ketua agar Mudah Komunikasi dan Sinergi dengan Pemerintah, Bukan Faktor Politis

JOMBANG MEDIA NUSA-ANTARA.com – Ketua Baznas Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Veri Rifdian Virdani, S.Sos membantah tudingan adanya unsur politis dalam proses pemilihan dirinya sebagai pimpinan Baznas Jombang.

Isu tersebut sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial. Sejumlah netizen menyoroti kedekatan Veri mantan karyawan PT Afco Grup ini dengan kepala daerah Jombang yang disebut-sebut memengaruhi dukungan dari empat pengurus lainnya dalam rapat pleno penentuan ketua.

Menanggapi hal itu, Veri menegaskan bahwa dirinya mengikuti seluruh tahapan seleksi sesuai prosedur yang berlaku.

“Tidak benar tudingan itu. Saya mendaftar sesuai prosedur, mengikuti rangkaian tes secara transparan, dan dinyatakan lolos,” tegas Veri saat dikonfirmasi awak media di Kantor Sekretariat Baznas Jombang, Jalan Gubernur Suryo, baru-baru ini.

Veri juga membenarkan dirinya adalah karyawan perusahaan PT Afco Grup sebelumnya, setelah lolos pendaftaran di Baznas Jombang, ia resmi mengundurkan diri.

Pernyataan tersebut turut dibenarkan Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan Zakat, H. Akhmad Zainuddin, S.Pd., M.A. Ia menjelaskan bahwa keputusan dalam rapat pleno dilakukan secara objektif dan berdasarkan kesepakatan bersama.

Menurut Akhmad, pemilihan ketua mempertimbangkan aspek kemampuan dalam membangun sinergi, komunikasi, kolaborasi, serta kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Jombang.

“Saya tegaskan, rapat pleno saya yang memimpin. Kami berempat pengurus sepakat secara bulat memilih Pak Veri sebagai Ketua Baznas Jombang. Kenapa kami bulat memilih Pak Veri, ya supaya komunikasi dan koordinasinya dengan pemerintahan setempat lebih mudah, tak berbelit-belit harus lewat sekpri atau surat segala. Dan rata-rata ketua Baznas di pusat dan daerah memang harus bisa komunikasi dan kerjasama yang baik dengan pemerintahan,” ujar pria yang akrab disapa Gus Din ini.

Ia juga menambahkan bahwa proses rekrutmen calon pimpinan Baznas dilakukan melalui tahapan seleksi yang ketat, dan hasilnya diumumkan secara terbuka kepada publik.

Sementara itu, Veri menegaskan kembali komitmennya dalam mengelola dana umat secara profesional, akuntabel, dan transparan, khususnya yang bersumber dari zakat Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Jombang.

“Setiap rupiah yang dikeluarkan dipertanggungjawabkan melalui prosedur administrasi yang ketat. Keuangan Baznas juga diaudit secara berlapis, mulai dari Baznas Pusat, Kementerian Agama, hingga lembaga akuntan publik,” jelasnya.

Dalam menjalankan programnya, Baznas Jombang menyalurkan dana untuk berbagai sektor, antara lain bantuan kepada fakir miskin dan dhuafa, pemberdayaan ekonomi umat, pendidikan, hingga penanganan korban bencana alam.

Akhmad Zainuddin menyebutkan sesuai bidangnya pengumpulan zakat, Baznas Jombang baru-baru ini menyalurkan bantuan untuk korban bencana alam di Sumatera dengan total lebih dari Rp1 miliar.

“Atas penyaluran tersebut, kami mendapat penghargaan dari Baznas Pusat. Nilainya lebih dari Rp1 miliar dan menjadi yang terbesar bagi Baznas Jombang,” tandasnya.

Pihaknya menambahkan, Baznas Jombang dalam pengumpulan zakat yang diambilkan dari ASN di lingkungan Pemkab Jombang diberikan kewenangan mengumpulkan zakat sampai di tingkat kecamatan saja, sementara pengumpulan zakat, infak dan sedekah (ZIS) tingkat kelurahan, desa, masjid dan musalah dilakukan oleh lembaga ormas keagamaan yang ditunjuk secara resmi oleh Kemenag. (gus)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *