Ketua Komisi C DPRD Jombang Gus Heri Tegaskan Penanganan Limbah Pabrik Tahu Harus Jadi Prioritas Bersama

JOMBANG MEDIA NUSA-ANTARA. com- Ketua Komisi C DPRD Jombang, H. M Zahrul Jihad, SH, S.Si menegaskan bahwa persoalan limbah pabrik tahu yang selama ini dikeluhkan masyarakat harus segera ditangani secara serius dan terpadu oleh seluruh pihak terkait.

Pernyataan tersebut disampaikan Zahrul Jihad yang akrab disapa Gus Heri usai memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama warga terdampak, pemerintah desa, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta perwakilan pelaku usaha tahu di Gedung DPRD Jombang, Kamis (4/6/2026).

Menurut Gus Heri dari Fraksi Partai Demokrat ini, langkah penanganan limbah saat ini telah menunjukkan progres positif. Salah satunya melalui dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Perusahaan Gas Negara yang akan digunakan untuk pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal.

“Informasi yang kami terima, dana CSR sekitar Rp7,7 miliar sudah dipersiapkan dan prosesnya berjalan. Dana tersebut dapat direalisasikan setelah ada kepastian lahan yang disiapkan oleh para pengusaha tahu,” jelas Gus Heri kepada wartawan.

Ia menjelaskan, lahan seluas sekitar 1.400 meter persegi telah disiapkan untuk pembangunan fasilitas pengolahan limbah tersebut. Namun, proses pembangunan diperkirakan masih membutuhkan waktu sekitar lima bulan hingga dapat beroperasi secara optimal.

Gus Heri mengakui, selama menunggu pembangunan IPAL selesai, masyarakat masih harus menghadapi dampak pencemaran limbah cair tahu yang dibuang ke aliran sungai.

“Limbah tahu ini mengandung zat asam atau cuka yang menimbulkan bau menyengat. Dampaknya tidak hanya di sekitar lokasi produksi, tetapi bisa menyebar hingga beberapa kilometer mengikuti aliran sungai,” katanya.

Berdasarkan hasil rapat, kata dia, terdapat sekitar 94 pelaku usaha tahu yang beroperasi di kawasan tersebut. Jumlah itu berpotensi bertambah karena industri tahu merupakan usaha turun-temurun yang menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat.

Karena itu, menurut Gus Heri, solusi yang ditempuh bukan dengan membatasi usaha masyarakat, melainkan memastikan seluruh limbah produksi dapat dikelola dengan baik agar tidak merugikan lingkungan dan kesehatan warga.

“Industri tahu ini ikut membantu menggerakkan ekonomi masyarakat dan mengurangi pengangguran. Yang harus kita selesaikan adalah persoalan limbahnya, bukan usahanya,” tegasnya.

Sebagai langkah jangka pendek, DLH Jombang juga akan melakukan upaya pengurangan dampak pencemaran dengan menanam eceng gondok di sejumlah titik aliran sungai yang terdampak limbah. Tanaman tersebut dinilai mampu membantu menyerap zat pencemar dan mengurangi bau tidak sedap.

Gus Heri menegaskan Komisi C DPRD Jombang akan terus mengawal seluruh proses penanganan limbah hingga pembangunan IPAL komunal selesai dan dapat berfungsi maksimal.

“Kami ingin persoalan ini segera mendapatkan solusi yang konkret. Lingkungan harus terlindungi, masyarakat tidak dirugikan, dan pelaku usaha tetap bisa menjalankan aktivitas ekonominya dengan baik,” pungkasnya.(gus)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *