JOMBANG, MEDIA NUSA-ANTARA.com – Di sela rangkaian pelaksanaan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), rombongan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Siak, Provinsi Riau, melakukan studi tiru ke Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Jombang Kota, Kamis (27/8/2026) pagi.
Kunjungan yang berlangsung di Kantor MWCNU Jombang Kota tersebut menjadi momentum bagi rombongan PCNU Siak untuk mempelajari pengelolaan ekonomi ta’awun, pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta optimalisasi peran Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) dalam memperkuat kemandirian ekonomi warga NU.
Mengangkat tema “Modal Ekonomi Ta’awun dan UMKM Ta’awun LAZISNU MWCNU Jombang”, kegiatan diikuti sekitar 50 peserta. Para peserta tampak antusias mengikuti pemaparan mengenai praktik pemberdayaan ekonomi umat yang telah dikembangkan MWCNU Jombang Kota.

Acara dipandu Wakil Sekretaris MWCNU Jombang Kota, Alimin Arianto. Kegiatan diawali pembacaan ummul kitab, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Subhanul Wathan.
Wakil Ketua Tanfidziyah MWCNU Jombang Kota, H. Wildan Habibie, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur sekaligus ucapan selamat datang kepada rombongan PCNU Siak yang hadir di tengah kesibukan rangkaian Muktamar Ke-35 NU.
Menurutnya, kunjungan tersebut tidak hanya menjadi ajang bertukar pengalaman, tetapi juga diharapkan mampu memperkuat jejaring dan kerja sama antarlembaga NU, khususnya dalam bidang pemberdayaan ekonomi umat.
“Kami berharap kunjungan ini menjadi spirit kerja sama untuk perkembangan NU dan penguatan ekonomi umat. Di MWCNU Jombang Kota, LAZISNU alhamdulillah sudah bisa membeli mobil operasional sendiri dari hasil pengumpulan dan pengelolaan dana umat,” ujar H. Wildan.
Memasuki sesi utama, materi studi tiru disampaikan Ketua LAZISNU MWCNU Jombang Kota, H. Hariono, M. Ia menjelaskan secara rinci berbagai pola pengelolaan ekonomi berbasis ta’awun atau gotong royong, program pemberdayaan UMKM, hingga strategi pengumpulan dan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di tingkat kecamatan.
Paparan tersebut mendapat respons positif dari para peserta. Soni Prasetyo, perwakilan rombongan PCNU Siak dari MWCNU Kecamatan Koto Gasib, mengatakan pengalaman yang diperoleh dari kunjungan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal untuk memperkuat gerakan ekonomi NU di daerahnya.
“Semoga langkah awal ini dibarokahi oleh Allah SWT. Kami rombongan PCNU Siak berharap ghiroh (semangat) kami lebih meningkat setelah ini, dan kami mohon arahan serta bimbingan dari MWCNU Jombang Kota,” tutur Soni.
Apresiasi serupa disampaikan Gus Dammaz, perwakilan PCNU OKU Timur, Sumatera Selatan, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menilai berbagai inovasi yang dikembangkan MWCNU Jombang Kota dalam mengelola potensi ekonomi umat layak menjadi inspirasi bagi organisasi NU di daerah lain.
“MWCNU Jombang Kota luar biasa. Semoga ini bisa menjadi inspirasi bagi kami untuk dikembangkan di daerah masing-masing,” ungkap Gus Dammaz.
Dalam pertemuan tersebut turut hadir Wakil Syuriah MWCNU Jombang Kota KH. Rohmat Chusaeni serta jajaran pengurus harian, di antaranya Yai Irhamudin Assuhada, Slamet Rohmatulloh, dan Sekretaris MWCNU Jombang Kota dr. H. Abdul Basith, M.Fi.
Studi tiru tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi PCNU Siak dan PCNU OKU Timur untuk mengadopsi sekaligus mengembangkan praktik baik (best practice) pengelolaan ekonomi ta’awun dan kelembagaan LAZISNU sesuai dengan potensi daerah masing-masing.
Dengan demikian, gerakan ekonomi berbasis ta’awun diharapkan tidak berhenti pada pertukaran pengalaman, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan nyata untuk memperkuat kemandirian organisasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga Nahdliyin.
Kegiatan kemudian ditutup dengan diskusi interaktif, sesi tanya jawab, dan doa bersama.(gus)

















