Sambut Muktamar ke-35 NU, 600 Jamaah Khotmil Quran Bersatu dalam Doa, JIK-NAH Harap Pemilihan Ketua PBNU Berkah

JOMBANG MEDIA NUSA-ANTARA. com- Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, 27-31 Agustus 2026, Lembaga Perkumpulan Jombang Ibukota Nahdliyin (JIK-NAH) menggelar Khatamul Quran, istighotsah dan doa bersama yang dihadiri sekira 600 jamaah One Day One Juz Al Istiqomah dan tamu undangan Forkopimda Jombang, Minggu (23/8/2026) siang.

Doa bersama menjadi bagian dari ikhtiar spiritual masyarakat dalam menyambut hajatan besar Nahdlatul Ulama yang akan berlangsung selama sepekan.

Ketua Umum JIK-NAH, KH. Muhtazuddin, S.H mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga bentuk doa bersama agar seluruh rangkaian Muktamar ke-35 NU berjalan aman, tertib, lancar dan mendapatkan keberkahan.

Menurut mantan pengurus PC Ansor Jombang ini, salah satu hal terpenting yang menjadi perhatian JIK-NAH adalah proses pemilihan Ketua Umum PBNU. JIK-NAH berharap keputusan yang lahir dari Muktamar bukan sekadar menghasilkan sosok pemimpin, tetapi benar-benar menghadirkan kepemimpinan yang mampu membawa NU kembali kuat, teduh dan berpihak kepada kemaslahatan umat.

“Kami berdoa agar siapa pun yang nantinya mendapatkan amanah memimpin PBNU adalah sosok yang mampu menjaga marwah NU, membawa NU lebih mandiri, bersih, terbuka terhadap kritik dan mampu memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi umat,” ujar Muhtazuddin.

Ia menegaskan, proses pemilihan kepemimpinan NU harus ditempatkan sebagai bagian dari ikhtiar menjaga keberlangsungan organisasi, bukan menjadi ruang pertarungan kepentingan yang justru dapat memecah ukhuwah.

“Kami lembaga JIK-NAH berharap seluruh peserta muktamar dapat mengedepankan persaudaraan, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta menghindari praktik-praktik yang berpotensi mencederai marwah organisasi.

Yang kita doakan bukan hanya muktamarnya lancar, tetapi keputusan-keputusan yang dihasilkan benar-benar berkah. Siapa pun yang terpilih, semoga mampu menjadi pemimpin bagi seluruh warga NU, bukan hanya bagi kelompok atau kepentingan tertentu,” tegasnya.

Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan Pengajian Istighotsah dan Khotmil Quran Agus Pamuji menyampaikan banyak terimah kasih sekaligus apresiasi yang tinggi kepada seluruh jamaah, tamu undangan pejabat Forkompimda, tokoh agama, ulama dan pihak donatur yang turut menyukseskan acara doa bersama yang digelar Lembaga Perkumpulan Jik-Nah yang berkolaborasi dengan Al Istiqomah One Day One Juz Jombang.

“Kami sampaikan terimah kasih dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh jamaah, pengurus, panitia, para pejabat yang mewakili serta pihak donatur.

Alhamdulillah, barokhallah rangkaian kegiatan acara berlangsung lancar, sukses penuh khidmat hingga selesai” ucap Agus Pamuji.

Pihaknya menambahkan, kegiatan pengajian One Day One Juz yang rutin dilaksanakan oleh kelompok ibu-ibu se Kabupaten Jombang agar tetap membumi di bumi Jombang sebagai pusat Kota Santri, bahkan seluruh pelosok nusantara. ” Kegiatan khotmil quran one day one juz hendaknya melekat di hati dan terus di bumikan ke seluruh pelosok nusantara,” harapnya.

Sementara itu, sambutan Bupati Jombang H Warsubi yang disampaikan melalui Kepala Dinas Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Jombang Anjik Eko Saputro, S.H, M.Si, bahwa kegiatan pembukaan Posko Jombang Ibukota Nahdliyin (JIK-NAH) sekaligus doa bersama dalam rangka menyambut Muktamar ke-35 NU.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Jombang, saya menyambut baik kegiatan ini. Terlebih pelaksanaannya berlangsung menjelang Muktamar ke-35 NU di Kabupaten Jombang,” ujar Warsubi.

Menurutnya, Muktamar ke-35 NU merupakan kegiatan besar bagi Kabupaten Jombang. Kepercayaan kepada Jombang sebagai tuan rumah menjadi kehormatan sekaligus tanggung jawab bersama, mengingat muktamar merupakan salah satu forum tertinggi dalam organisasi Nahdlatul Ulama.

Warsubi berharap seluruh rangkaian Muktamar ke-35 NU dapat berjalan dengan baik serta menghasilkan keputusan-keputusan yang membawa kemaslahatan bagi Nahdlatul Ulama, umat, masyarakat, bangsa dan negara.

Ia menjelaskan, berbagai persiapan telah dilakukan, mulai dari aspek teknis, koordinasi hingga keterlibatan berbagai pihak. Namun, menurutnya, bagi masyarakat Jombang yang memiliki tradisi pesantren dan kehidupan keagamaan yang kuat, persiapan tersebut perlu diiringi dengan doa dan ikhtiar spiritual.

“Karena itu, rangkaian ayat-ayat Al-Qur’an yang kita pelajari bersama pada hari ini semoga bisa menjadi wasilah untuk memohon pertolongan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala agar seluruh rangkaian Muktamar berjalan lancar,” tuturnya.

Warsubi juga mengapresiasi peran JIK-NAH yang turut ambil bagian dalam persiapan menyambut Muktamar ke-35 NU. Menurutnya, keterlibatan tersebut merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam menjaga sekaligus memperkuat identitas Jombang sebagai daerah yang memiliki sejarah panjang dalam perkembangan Nahdlatul Ulama.

“Jombang memiliki warisan besar berupa pesantren, ulama, santri, serta tradisi keilmuan dan keagamaan yang telah berkembang dari generasi ke generasi,” katanya.

Ia berharap keberadaan JIK-NAH dapat menjadi ruang yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat, memperkuat silaturahmi, serta mendorong lahirnya kegiatan-kegiatan yang positif, edukatif dan berkualitas.

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat Jombang untuk menjadi tuan rumah yang baik bagi para tamu Muktamar.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Jombang, mari kita sambut para tamu dengan baik, jaga kebersihan lingkungan dan berperan aktif dalam menyukseskan Muktamar,” ajaknya.

Warsubi juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada panitia, relawan, jamaah, para ketua RT serta seluruh masyarakat Jombang yang telah ikut berpartisipasi dalam persiapan Muktamar ke-35 NU.
“Semoga seluruh ikhtiar yang dilakukan menjadi bagian dari amal ibadah dan memberikan manfaat bagi Kabupaten Jombang,” sambut Warsubi.

Di penutup acara diisi tausyiah sekaligus doa oleh Pembina One Day One Juz Al Istiqomah Jombang Kyai Sami’an yang selama ini menjadi magnet para jamaah perempuan dalam isi ceramahnya yang dalam, sejuk penuh khidmat.(gus)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *