Sambut 1 Suro 1448 H, NH Perkasya Gelar Pengesahan Warga Baru dan Tradisi Sakral Pencucian Pusaka

JOMBANG MEDIA NUSA-ANTARA.com – Pengurus Besar Perguruan Pencak Silat (PPS) NH Perkasya akan menggelar peringatan Malam 1 Suro 1448 Hijriah yang dirangkai dengan prosesi pengesahan warga baru atau Pendekar Muda NH Perkasya.

Kegiatan tahunan yang menjadi agenda penting perguruan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin, 15 Juni 2026, mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai di Sekretariat NH Perkasya, Tebuireng, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.

Ketua Umum PB NH Perkasya, KH. Agus Maulana, S.Ag, M.Pd.I bersama Sekjen KH Sholihan, SAg dalam surat undangan resmi yang diterbitkan pada 8 Juni 2026 menyampaikan, kegiatan ini merupakan momentum sakral sekaligus ajang mempererat tali silaturahmi antarwarga dan pengurus perguruan.

“Untuk itu, seluruh pengurus besar, pengurus wilayah, pengurus cabang, pendekar, pelatih, hingga anggota NH Perkasya diundang dan diwajibkan hadir dalam kegiatan tersebut. Peserta juga diminta mengenakan seragam resmi kebesaran NH Perkasya lengkap dengan atribut yang dimiliki,” ujar Ketua Umum DPP NH Perkasya KH Agus Maulana dalam press realesenya yang diterima media ini, Rabu (10/6/2026).

Selain prosesi pengesahan warga baru, lanjutnya, rangkaian acara akan diawali dengan Khotmil Qur’an 30 juz sejak pagi hari, dilanjutkan pembacaan Aurad NH Perkasya pada malam harinya.

Acara pembukaan dijadwalkan dimulai pukul 20.00 WIB dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars NH Perkasya, serta sambutan dari Ketua Umum PB NH Perkasya KH. Agus Maulana dan Dewan Pendekar PB NH Perkasya KH. Lamro Asyhari, MM. Kemudian dilanjutkan pembacaan Surat Keputusan (SK) pengesahan anggota baru sebelum acara ditutup dengan doa bersama.

Memasuki acara inti yang dimulai pukul 22.00 WIB, para calon warga baru akan mengikuti prosesi pembaiatan, pengambilan sumpah, dan peresmian sebagai anggota NH Perkasya. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengisian atau gemblengan spiritual oleh Dewan Pendekar.

Sebagai bagian dari tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun, agenda malam 1 Suro (1 Muharam) tersebut juga akan diisi dengan prosesi pencucian pusaka yang dilaksanakan setelah tengah malam hingga selesai.

“Kami berharap seluruh panitia dan koordinator cabang dan wilayah dapat mengoordinasikan keberangkatan anggotanya masing-masing serta menjaga ketertiban selama perjalanan maupun selama kegiatan berlangsung, sehingga seluruh rangkaian acara dapat berjalan lancar, khidmat, dan penuh makna,” pungkasnya.(gus)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *