JOMBANG MEDIA NUSA-ANTARA.com – Pemerintah Kabupaten Jombang memberikan apresiasi kepada para pegiat literasi, pelajar berprestasi, serta pengelola perpustakaan desa dan kelurahan yang dinilai berkontribusi dalam mengembangkan budaya membaca di tengah masyarakat.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam Malam Apresiasi Festival Literasi 2026 di Pendopo Kabupaten Jombang, Kamis (15/10/2026) malam.
Kegiatan ini sekaligus menjadi penutup rangkaian Festival Literasi yang menjadi bagian dari perayaan Jombang Fest 2026.
Acara tersebut dihadiri Bupati Jombang Warsubi, S.H., M.Si., bersama Ketua TP PKK Kabupaten Jombang sekaligus Bunda Literasi, Yuliati Nugrahani Warsubi. Hadir pula Wakil Bupati Jombang Salmanudin, S.Ag., M.Pd., Sekretaris Kabupaten Jombang Agus Purnomo, S.H., M.Si., Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Jombang Lilik Agus Purnomo, perwakilan Forkopimda, jajaran pejabat daerah, serta para peserta dan undangan.
Malam apresiasi tersebut tidak sekadar menjadi seremoni penyerahan penghargaan. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk menunjukkan perkembangan gerakan literasi di Kabupaten Jombang, mulai dari pembiasaan membaca di lingkungan sekolah hingga penguatan peran perpustakaan sebagai pusat pengetahuan masyarakat desa.
Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Perpustakaan, dilanjutkan pembacaan doa serta pemberian santunan kepada anak yatim.
Suasana semakin semarak ketika Bilqis Almaeera Salsabila, siswi SD Negeri Sumobito 3 yang meraih juara pertama lomba bertutur, tampil membawakan cerita di hadapan para undangan. Penampilannya menjadi gambaran bahwa kemampuan berbahasa, keberanian tampil di depan publik, dan kecintaan terhadap cerita dapat ditumbuhkan sejak usia sekolah dasar.
Selanjutnya, para undangan menyaksikan pemutaran video yang menampilkan perjalanan dan hasil karya para pemenang dari berbagai kategori lomba Festival Literasi 2026.
Bupati Jombang Warsubi, didampingi Bunda Literasi, Wakil Bupati, Sekda, Ketua DWP, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jombang Thonsom Pranggono, A.P., M.E., menyerahkan penghargaan kepada para pemenang.
Dalam kategori lomba bertutur tingkat SD/MI, Bilqis Almaeera Salsabila dari SD Negeri Sumobito 3 meraih juara pertama. Posisi juara kedua diraih Earlyta Isyfi Ayudia dari SD Negeri Madiopuro, sedangkan juara ketiga diraih Berajamaya Paramastri Panatas dari SD Negeri Jombatan 3 Jombang.
Sementara itu, Afsheeina Qothrunnada Arrozaq dari MI Negeri 1 Jombang memperoleh harapan pertama, Btari Gendhis Dunya Faturrangga dari SD Islam Sabilillah meraih harapan kedua, dan Azzahra Garin Paramanindita dari SD Negeri Mojowano 1 menempati harapan ketiga.
Pada kategori perpustakaan desa/kelurahan, Perpustakaan Trisno Moco di Desa Mojotrisno, Kecamatan Mojoagung, berhasil menduduki peringkat pertama.
Juara kedua diraih Perpustakaan Cahaya Asa di Desa Kayen, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, disusul Perpustakaan Gemilang di Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang, sebagai juara ketiga.
Adapun penghargaan harapan pertama diberikan kepada Perpustakaan Ngrimbi Cerdas di Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng. Harapan kedua diraih Perpustakaan Sasana Widya di Desa Sepanyul, Kecamatan Gudo, sedangkan harapan ketiga diberikan kepada Perpustakaan Insan Cendekia di Desa Jarakkulon, Kecamatan Jogoroto.
Prestasi tersebut menunjukkan peran perpustakaan desa dalam memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan sekaligus membuka ruang belajar di luar lingkungan pendidikan formal.
Keberadaan perpustakaan desa diharapkan tidak berhenti pada penyediaan koleksi buku, tetapi juga berkembang menjadi pusat kegiatan edukatif yang mampu menjangkau berbagai kelompok masyarakat.
Sementara itu, lomba resensi buku menjadi ajang bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan memahami bacaan, menyusun argumentasi, serta menyampaikan penilaian secara kritis terhadap karya yang dibaca.
Pada tingkat SMP/MTs, juara pertama diraih Azzara Aulia dari SMP Negeri 2 Diwek.
Juara kedua ditempati Gisela Febiana K. dari MTs Negeri 5 Jombang, sedangkan Caelexta Cantik dari MTs Negeri 15 Jombang meraih juara ketiga.
Untuk tingkat SMA/MA/SMK, Devita Rahmawati A. dari SMA Budi Utomo meraih juara pertama, disusul Rizqi Sabila Yassaroh dari sekolah yang sama sebagai juara kedua.
Sementara itu, Syareeva Nuur F.Z. dari MA Perguruan Mu’allimat menempati posisi juara ketiga.
Dalam sambutannya, Bupati Jombang Warsubi menegaskan bahwa penyelenggaraan Festival Literasi tidak semata-mata ditujukan untuk menentukan siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan membaca, memperluas wawasan, serta mendorong masyarakat agar berani menuangkan gagasan melalui berbagai karya.
Menurutnya, setiap buku yang dibaca dan setiap cerita yang dibagikan hingga memberikan inspirasi bagi orang lain merupakan bagian dari keberhasilan membangun budaya literasi.
Pesan tersebut menempatkan literasi bukan hanya sebagai kemampuan membaca dan menulis, melainkan juga sebagai fondasi untuk membentuk masyarakat yang memiliki pengetahuan, daya pikir kritis, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.
“Pemerintah Kabupaten Jombang berkomitmen memperkuat ekosistem literasi melalui kolaborasi berbagai pihak, mulai dari sekolah, keluarga, komunitas, seniman, hingga dunia usaha,” kata Bupati Warsubi.
Sinergi tersebut, kata dia lagi, dinilai penting agar gerakan literasi tidak hanya ramai saat festival berlangsung, tetapi dapat menjadi kebiasaan yang tumbuh dan mengakar dalam kehidupan sehari-hari.
Festival Literasi 2026 diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Jadi ke-116 Pemerintah Kabupaten Jombang dan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.
Menutup sambutannya, Warsubi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Jombang sebagai daerah yang memiliki budaya membaca kuat, kaya gagasan, dan produktif dalam menghasilkan karya.
“Mari kita wujudkan bersama masyarakat Jombang yang gemar membaca, kaya gagasan, dan berani berkarya. Karena Jombang Literat, Jombang Hebat!” pungkasnya.
Malam apresiasi tersebut juga dimeriahkan pertunjukan tari kolosal dari IJ Art Production. Perpaduan gerak tari dan unsur budaya lokal menjadi penutup acara yang menggambarkan bahwa pengembangan literasi dapat berjalan beriringan dengan upaya melestarikan kekayaan budaya daerah,” pungkasnya.(gus)

















