JOMBANG MEDIA NUSA-ANTARA. com- Semangat mengenang perjuangan para pendiri Nahdlatul Ulama (NU) akan kembali dihidupkan melalui kegiatan Riding to Muasis NU ke-2 Jombang 2026, Kamis, 22 Oktober 2026.
Kegiatan yang diinisiasi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kabupaten Jombang ini menjadi bagian dari upaya menyemarakkan Jombang Fest 2026 dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Jombang ke-116 dan Hari Santri Nasional (HSN) 2026.
Lebih dari sekadar kegiatan berkendara bersama, agenda ini diarahkan untuk menggerakkan semangat berorganisasi di lingkungan Nahdlatul Ulama sekaligus menumbuhkan kembali semangat Resolusi Jihad yang dipelopori para muassis atau pendiri NU.
Berdasarkan surat instruksi MWCNU Jombang tertanggal 17 Oktober 2026, yang disampaikan di Grup WA MWCNU Jombang Kota, kegiatan tersebut akan melibatkan Bupati Jombang H Warsubi, Wakil Bupati Gus Salmanuddin, Kapolres Jombang AKBP H Yanto Mulyanto serta jajaran pengurus dan anggota badan otonom NU di wilayah Kecamatan Jombang.
MWCNU Jombang juga menginstruksikan lembaga MWCNU, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU), PAC Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat NU, IPNU, dan IPPNU untuk mendelegasikan masing-masing enam orang pengurus atau anggota guna mengikuti kegiatan tersebut.
Peserta diwajibkan menggunakan kendaraan roda dua yang memenuhi standar dan ketentuan lalu lintas, mengenakan atribut organisasi masing-masing, serta mengikuti arahan panitia selama kegiatan berlangsung.
Dimulai dari Lapangan Kantor Setkab Jombang, rangkaian kegiatan dijadwalkan dimulai pukul 12.30 WIB dengan persiapan panitia. Selanjutnya, pukul 13.00 WIB, digelar pembukaan Riding to Muasis NU ke-2 Jombang bersama bupati, wakil Bupati dan kapolres Jombang.
Acara pembukaan dijadwalkan berlangsung hingga pukul 14.30 WIB, dengan sambutan Ketua MWCNU Jombang, KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq, kapolres Jombang serta bupati.
Rangkaian pembukaan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin Rais Syuriyah MWCNU Jombang, Drs KH Moch Isom Ahmadi.mSetelah itu, sekira pukul 15.00 WIB, rombongan diberangkatkan oleh bupati Jombang untuk memulai perjalanan napak tilas menuju sejumlah maqbarah atau makam para ulama pendiri NU.
Napak Tilas ke Empat Maqbarah Muassis NU
Perjalanan ini menjadi bagian penting dari kegiatan Riding to Muasis NU ke-2 Jombang. Rombongan dijadwalkan mengunjungi empat maqbarah tokoh penting dalam sejarah NU, yakni Hadratusyaikh KH Hasyim Asy’ari di Tebuireng, KH Romly Tamim di Rejoso Peterongan, KH Bisri Syansuri di Denanyar, serta KH Abdul Wahab Chasbullah di Tambakberas.
Di setiap lokasi, kegiatan diisi dengan tahlil dan doa sebagai bentuk penghormatan kepada para ulama yang telah meletakkan fondasi perjuangan keagamaan, kebangsaan, dan keorganisasian NU.
Di maqbarah KH Hasyim Asy’ari, rangkaian tahlil dijadwalkan dipimpin H Moch Wildan Habibie, S.Hum, sedangkan doa dipimpin KH Rahmat Chusaini, S.E.
Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke maqbarah KH Romly Tamim di Rejoso, Peterongan. Agenda berikutnya adalah ziarah ke maqbarah KH Bisri Syansuri di Denanyar, sebelum meneruskan perjalanan menuju maqbarah KH Abdul Wahab Chasbullah di Tambakberas.
Susunan acara tersebut menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya menitikberatkan pada perjalanan bersama, tetapi juga memberikan ruang bagi peserta untuk mengenang jasa dan meneladani perjuangan para ulama yang berperan besar dalam perjalanan NU.
Salat berjamaah dan penutup di gelar di Pendopo Kabupaten.
Selain ziarah dan doa, panitia juga menjadwalkan pelaksanaan salat berjamaah di sejumlah masjid yang berada di lingkungan pondok pesantren.
Salat Asyar berjamaah dijadwalkan berlangsung pukul 16.00 WIB di Masjid Pondok Tebuireng.
Berikutnya, Salat Magrib berjamaah dilaksanakan pukul 17.30 WIB di Masjid Pondok Mamba’ul Ma’arif Denanyar.
Setelah menyelesaikan rangkaian ziarah di empat maqbarah, rombongan dijadwalkan tiba di Pendopo Kabupaten Jombang sekira pukul 19.30 WIB.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan kegiatan nonton bareng atau nobar wayang di Pendopo Kabupaten Jombang mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai.
Rangkaian acara ditutup kegiatan kebudayaan menjadi bagian acara yang mempertemukan nilai-nilai keagamaan, sejarah, dan tradisi masyarakat Jombang.
Menguatkan Ingatan Sejarah dan Semangat Khidmah
“Melalui Riding to Mu’assis NU ke-2 Jombang 2026, MWCNU Jombang mengajak jajaran pengurus dan anggota organisasi untuk kembali mendekatkan diri pada sejarah perjuangan para pendiri NU.
Napak tilas ke makam para muassis diharapkan menjadi pengingat bahwa perjalanan NU tidak dapat dilepaskan dari keteladanan ulama, semangat persatuan, serta komitmen untuk berkhidmah kepada agama, bangsa, dan masyarakat,” tandas Gus Rozaq.
Dalam konteks peringatan Hari Santri Nasional dan Hari Jadi Kabupaten Jombang, kegiatan ini sekaligus menjadi ruang untuk merawat ingatan kolektif atas kontribusi para ulama dalam membangun kehidupan keagamaan dan kebangsaan.
Dengan keterlibatan berbagai unsur organisasi NU serta dukungan unsur pemerintah daerah dan kepolisian sebagaimana tercantum dalam agenda, kegiatan ini diharapkan berlangsung tertib dan menjadi momentum memperkuat silaturahmi antarpengurus dan warga Nahdliyin.
Seluruh peserta diimbau mematuhi ketentuan lalu lintas, menjaga ketertiban rombongan, serta mengikuti arahan panitia selama perjalanan.(gus)

















