Menyulam Cahaya Silaturahmi, Nyai Kharisma Yogi Noviana Hadir dalam Samudera Dzikir HBH Asmaul Haq Jombang

JOMBANG MEDIA NUSA-ANTARA.com — Dalam balutan cahaya Syawal yang masih berpendar, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Yayasan Asmaul Haq Jombang kembali menggelar samudera silaturahmi dalam acara Halal Bihalal (HBH) 1447 H/2026 M. Sebuah majelis yang bukan sekadar temu raga, namun perjumpaan ruhani, tempat hati-hati dipertautkan dalam dzikir dan mahabbah kepada Ilahi.

Acara akbar ini akan digelar di Dusun Mancar Timur, Kecamatan Peterongan, pada Selasa malam, 28 April 2026, pukul 20.00 WIB. Ribuan jamaah diperkirakan akan hadir, mengalir dari berbagai penjuru, menyatu dalam satu tarikan nafas keimanan, khususnya para anggota Majelis Dzikir Asmaul Haq yang tersebar di berbagai wilayah Nusantara.

Majelis ini akan semakin khidmat dengan kehadiran dai kondang asal Kota Madiun, Nyai Hj. Kharisma Yogi Noviana, yang dikenal dengan tutur lembut dan kedalaman makrifat dalam setiap tausyiahnya. Kehadirannya bukan sekadar mengisi panggung ceramah, tetapi menjadi wasilah penyambung hikmah, mengalirkan kesejukan kalam yang menuntun jiwa kembali pada fitrahnya.

Panitia pelaksana, dengan penuh kesungguhan lahir dan batin, terus mematangkan persiapan. Ikhtiar lahir disandingkan dengan tawakal batin, berkoordinasi dengan unsur Forkopimcam Peterongan demi terciptanya ketertiban dan kelancaran acara.

“InsyaAllah, segala persiapan telah kami tata sebaik mungkin, mulai dari area parkir, administrasi, konsumsi, hingga penyambutan tamu undangan. Semua seksi bergerak dalam satu irama, saling menguatkan demi kesuksesan acara ini,” tutur Ketua DPP Yayasan Asmaul Haq Jombang, Ustadz H. Suharno, SH, didampingi Ketua Panitia, Agung Fitriono, di sela rapat yang digelar di kediaman Mujiz Asmaul Haq, Drs KH Muhammad Soubari, Mancar Peterongan, kemarin malam.

Rapat tersebut juga dihadiri para sesepuh dan pengurus, di antaranya penasehat Mbah Towab dari Kertosono, Wakil Ketua Agus Pamuji, Ustadz Lasidi, Ustadz Rohim Ploso, Mbah Rukin, Witono Tembelang, Arifin, Bokir dan Jami’an dari Surabaya—sebuah majelis kecil yang memancarkan tekad besar.

Dalam penuturannya, Ustadz Suharno menegaskan bahwa Halal Bihalal ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan perjalanan ruhani untuk merajut kembali benang-benang ukhuwah yang mungkin sempat terurai oleh waktu.

“HBH ini adalah jalan untuk menyambung yang terputus, mendekatkan yang jauh, dan melembutkan hati yang mungkin mengeras. Ini adalah ikhtiar kita dalam merawat silaturahmi, yang dalam tasawuf adalah jembatan menuju ridha Allah,” ungkap Suharno pengacara ini.

Suharno mengatakan, bahwa Yayasan Asmaul Haq menaungi belasan ribu jamaah yang tersebar di berbagai daerah seperti Balikpapan, Samarinda, Bontang, Kutai Kartanegara, hingga wilayah Jawa, Sumatera, dan Sulawesi Selatan dan Madura. Semua berhimpun dalam satu tujuan: menapaki jalan spiritual melalui dzikir dan pengajian.

Pada akhirnya, HBH ini bukan sekadar pertemuan manusia, melainkan pertemuan hati dengan Tuhannya. Sebuah ruang di mana dzikir menjadi nafas, cinta menjadi bahasa, dan kebersamaan menjadi jalan menuju-Nya.

Di tengah gemuruh dunia yang kian riuh, majelis seperti ini menjadi oase—tempat jiwa beristirahat, meneguk ketenangan, dan kembali menemukan arah pulang.

“Selain agenda HBH rutin setiap tahun di bulan syawal, kami juga menetapkan agenda kegiatan peringatan tahun baru Islam atau 1 Muharam, pengajian istighotsa setiap pekan di selasa malam dan kamis kliwon setiap bulan sekali,” jelas Agus Pamuji menambahkan.(gus)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *