JOMBANG MEDIA NUSA-ANTARA.com — Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) melakukan penanganan terhadap persoalan pasokan air bersih yang dialami warga Dusun Ngares, Desa Kebondalem, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang.
Upaya tersebut dilakukan melalui penyaluran air bersih untuk kebutuhan darurat sekaligus perbaikan infrastruktur Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).
Dusun Ngares yang berada di kawasan kaki gunung dan berbatasan dengan Kabupaten Kediri memiliki kondisi geografis tersendiri. Memasuki periode kemarau panjang, debit sejumlah sumber air mengalami penurunan sehingga pasokan air tidak lagi mencukupi kebutuhan sehari-hari warga.
Kondisi tersebut semakin terasa setelah pompa sumur bor Pamsimas mengalami kerusakan. Akibatnya, distribusi air melalui fasilitas yang selama ini menjadi salah satu penopang kebutuhan masyarakat itu turut terganggu.
Meski tidak seluruh sumur milik warga mengalami kekeringan, keterbatasan pasokan air berdampak pada pemenuhan kebutuhan harian sekitar 500 jiwa di wilayah tersebut.
Menindaklanjuti laporan Pemerintah Desa Kebondalem, Dinas Perkim Kabupaten Jombang berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait untuk mempercepat penanganan.
“Langkah ini ditempuh agar kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi sembari menunggu pemulihan fasilitas secara menyeluruh,” kata Kadis Perkim Dian yang diunggah di portal webbsite-Jombangkab.go.id.
Untuk mengatasi kebutuhan mendesak, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang bersama pemerintah desa menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 10.000 liter setiap pengiriman. Bantuan tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga selama pasokan air belum sepenuhnya pulih.
Di sisi lain, penanganan jangka panjang dilakukan melalui perbaikan dan penggantian unit pompa submersible atau pompa celup pada sumur bor Pamsimas. Dinas Perkim bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang menerjunkan tim teknis untuk menangani kerusakan tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkim Kabupaten Jombang, Ir. Dian Kusuma Rahmad Subekti, S.T., M.Si yang akrab disapa Mas Dian mengatakan bahwa keberlangsungan layanan air bersih menjadi perhatian penting, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan kekeringan dan kawasan pelosok.
Menurut Dian, upaya penanganan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian gangguan yang sedang terjadi, tetapi juga pada pemeliharaan infrastruktur agar pelayanan dasar masyarakat dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Penanganan masalah air bersih di wilayah rawan kekeringan merupakan prioritas utama kami. Dinas Perkim terus berkomitmen menjaga keandalan infrastruktur Pamsimas di seluruh wilayah Jombang, khususnya di daerah perbatasan dan pelosok pedesaan, agar pelayanan dasar masyarakat tetap berjalan optimal,” ujarnya.
Perbaikan fasilitas tersebut membawa kelegaan bagi warga Dusun Ngares. Setelah unit pompa diperbaiki dan diganti, aliran air bersih melalui jaringan Pamsimas dilaporkan kembali normal.
Siswanto, salah seorang warga setempat, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Jombang, khususnya Dinas Perkim, atas penanganan kerusakan fasilitas air bersih tersebut.
“Terima kasih kepada Dinas Perkim dan Pemkab Jombang atas bantuan perbaikan serta penggantian pompa air bersih ini. Kendala air yang sempat kami alami sudah teratasi dan air kembali mengalir deras. Perkim maju,” tutur Siswanto.
Pemulihan layanan Pamsimas di Dusun Ngares menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama di wilayah yang menghadapi keterbatasan sumber air saat musim kemarau.
Ke depan, keberlanjutan layanan tersebut membutuhkan perhatian terhadap pemeliharaan sarana, kesiapan infrastruktur, serta koordinasi lintas sektor agar gangguan serupa dapat ditangani secara cepat dan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terjaga.
(gus/*)

















