JOMBANG MEDIA NUSA-ANTARA. Com-SMK Negeri 2 Jombang, Jatim, menggelar presentasi karya siswa kelas XII sebagai hasil Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama enam bulan, terhitung sejak 1 Agustus hingga 31 Januari 2025.
Kegiatan ini menjadi ajang evaluasi kompetensi sekaligus pembekalan bagi siswa sebelum memasuki dunia kerja maupun wirausaha.
Kepala Kompetensi Keahlian (Kakomli) Jurusan Desain dan Grafis Perancangan, Suharwiwik menyampaikan bahwa PKL merupakan program wajib bagi siswa kelas XII sebagai bentuk pembelajaran langsung di dunia industri.

“PKL ini seperti magang. Anak-anak kami tempatkan di industri yang sudah kami survei dan dinilai layak, seperti konveksi, butik, hingga usaha bordir rumahan,” ujarnya saat ditemui media di SMKN 2, Rabu (4/2/2026) siang.
Menurut Suharwiwik melalui program tersebut siswa dibekali keterampilan praktis mulai dari proses produksi hingga pemahaman standar mutu dan harga jual produk di pasaran.
“Tujuannya menyiapkan sumber daya manusia yang siap terjun di masyarakat.
Setelah lulus, mereka sudah punya skill, bahkan bisa langsung membuka usaha sendiri, misalnya produksi kaos, bordir, atau konveksi skala kecil,” jelasnya yang didampingi Imam P, guru pengajar Bahasa Inggris ini.

Presentasi karya ini menampilkan berbagai hasil produksi siswa selama PKL, sebagai bentuk pertanggungjawaban pembelajaran sekaligus bukti capaian kompetensi.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut diikuti seluruh siswa kelas XII jurusan terkait konveksi yang akan segera lulus. Konsep pembelajaran ini dirancang berkelanjutan agar keterampilan yang diperoleh selama sekolah tetap dapat dikembangkan setelah tamat.
“Harapannya, apa yang didapat di sini bisa terus dijalankan setelah lulus, sehingga mereka mandiri dan siap bersaing di dunia kerja,” pungkas Suharwiwik. Beberapa siswa yang magang ini tampak semangat bisa menggelar hasil karyanya di sekolahnya agar dapat dipromosikan ke tingkat pasaran di wilayah Jatim.
Kepala Sekolah SMKN 2 Amiroh, Skom, Mkom memberikan apresiasi yang tinggi kepada anak didiknya itu, yang kini persiapan akan menghadapi kelulusan, sehingga sudah memiliki skil yang matang ketika nanti masuk dalam dunia kerja dan terjun ke masyarakat.
“Kami apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada anak-anak yang sudah punya bekal cukup saat nanti menghadapi dunia kerja,” tuturnya dengan senang. (gus)

















