JOMBANG MEDIA NUSA-ANTARA.COM – Pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Jombang yang digelar pada Ahad (5/4/2026) di Hotel Azana, Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Peterongan, menuai sorotan dari kalangan awak media.
Pasalnya, sejumlah wartawan tidak dapat mengakses ruang utama kegiatan saat acara pembukaan berlangsung. Mereka tertahan di area lobi karena tidak mengantongi kartu peliputan (ID card) resmi dari panitia.
Salah seorang panitia dari tim kreator Muscab menjelaskan, pembatasan tersebut merupakan hasil keputusan rapat teknis sebelumnya antara panitia Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) dengan sejumlah perwakilan media.

“Mohon maaf, tidak bisa masuk jika tidak memiliki kartu peliputan yang dibagikan panitia. Sebelumnya sudah ada pendataan nama dan media dalam rapat teknis. Di luar itu, tidak diperkenankan masuk,” ujarnya saat terjadi adu argumen ringan dengan wartawan di pintu masuk ruang acara.
Padahal, beberapa awak media mengaku telah melakukan koordinasi sebelumnya dengan Ketua DPC PKB Jombang, Hadi Atmaji, serta Ketua Fraksi PKB, Ust H Subaidi, terkait peliputan kegiatan tersebut.
Keberatan pun disampaikan kepada Subaidi, agar wartawan di luar organisasi profesi tertentu tetap diberi akses peliputan.
Respons positif akhirnya diberikan dengan memperbolehkan sebagian wartawan masuk setelah menerima kartu pers dari panitia.
Sementara itu, terkait dinamika internal Muscab, hingga berita ini diturunkan belum ada kepastian mengenai kandidat kuat Ketua DPC PKB Jombang untuk masa khidmat lima tahun ke depan.
Seorang peserta Muscab yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa mekanisme penentuan ketua sepenuhnya berada di tangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB.
“Cabang hanya mengusulkan nama-nama calon. Selanjutnya akan dibahas di tingkat pusat. Para calon juga harus mengikuti proses fit and proper test sebelum diputuskan,” jelasnya.
Dari pantauan di lokasi, lobi-lobi politik antar peserta Muscab masih berlangsung dinamis. Keputusan akhir calon ketua akan melalui tahapan rapat pleno yang melibatkan tim Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa).
“Nanti diputuskan dalam rapat pleno. Tim Ahwa yang menentukan, berdasarkan usulan dari peserta utusan PAC,” ujar salah satu peserta dari PAC PKB Kecamatan Gudo.
Hingga saat ini, belum dapat dipastikan apakah Hadi Atmaji akan kembali terpilih, atau justru Subaidi yang mendapat mandat. Tidak menutup kemungkinan pula muncul figur lain sebagai kandidat alternatif atau “kuda hitam” dalam kontestasi internal partai tersebut.
Muscab DPC PKB Jombang yang diperkirakan berlangsung sehar i ini dihadiri para peserta utusan, peninjau, perwakilan DPW PKB Jatim, DPP PKB, pejabat Forkopimda, pimpinan parpol, Bupati H Warsubi, Wabup H Salmanuddin dan undangan penting lainnya. (gus)

















