JOMBANG, MEDIA NUSA-ANTARA – Pengurus Jombang Ibu Kota Nahdliyin (Jik-Nah) menghadiri acara open house di kediaman Ketua PWNU Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab dipanggil Gus Kikin, yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Cukir, Jombang, Rabu (25/3/2026).
Kehadiran Jik-Nah dalam kesempatan tersebut murni untuk bersilaturahmi dalam rangka syawalan, tanpa agenda khusus lainnya.
“Beliau seperti orang tua kami. Kami hadir di open house beliau untuk bersilaturahmi dalam momen Idul Fitri,” ujar Roni, salah satu pengurus Jik-Nah.
Dalam kesempatan itu, Jik-Nah turut menyerahkan buku yang baru diterbitkan berjudul “Tongkat dan Tasbih 1 Abad NU”, karya Abah Ihsan, Komisaris media online Kabar Nahdliyin.

Roni menuturkan, dalam pertemuan tersebut Gus Kikin berpesan agar kader Nahdlatul Ulama (NU) terus mempelajari dan mengamalkan warisan pemikiran KH Hasyim Asy’ari.
“Warisan Hadratussyaikh sangat luar biasa, salah satunya mengajarkan pentingnya persatuan umat Islam. Ini yang harus terus dihidupkan,” tutur Roni, mengutip pesan Gus Kikin.
Ia menambahkan, semangat persatuan yang diajarkan Mbah Hasyim telah ditanamkan jauh sebelum Indonesia merdeka. Saat itu, sekitar 25 ribu santri beliau tersebar di berbagai daerah dan aktif menyuarakan persatuan bangsa.
“Sebagai warga Nahdliyin, kita wajib mempelajari dan menjaga warisan para muassis NU, karena itu juga merupakan bagian dari warisan kenabian,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Jik-Nah Kabupaten Jombang, Ustadz H. Muhtazuddin, SH, mengaku bersyukur dapat bersilaturahmi langsung dengan Gus Kikin dalam suasana penuh kehangatan Idul Fitri.
“Alhamdulillah, kami diterima dengan sangat baik dan penuh kekeluargaan.
Kami kan jarang bertemu beliau, sehingga momen Idul Fitri ini menjadi kesempatan berharga,” ungkapnya.
Muhtazuddin hadir bersama Sekretaris Jik-Nah Ratno Hadi Siswanto serta Widodo, anggota Jik-Nah yang juga tergabung dalam Forum Lintas Media (FLM).
Meski berlangsung singkat, pertemuan tersebut dinilai sarat makna. Kedua belah pihak saling bertukar pandangan mengenai eksistensi Jik-Nah di tengah masyarakat Jombang yang memiliki karakter dan latar belakang budaya yang beragam.
Dalam diskusi tersebut juga mengemuka pentingnya merumuskan Jombang sebagai “Ibu Kota Nahdliyin”, yang kaya akan sejarah dan budaya, serta menjadi tempat lahirnya tokoh-tokoh besar NU dan pahlawan nasional, seperti Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH Hasyim Asy’ari, dan KH Wahab Hasbullah.
“Sejarah besar ini jangan sampai hilang ditelan perkembangan zaman. Generasi muda harus mengenal para muassis NU,” pungkasnya.
Sebagai penutup pertemuan, Gus Kikin juga memberikan cinderamata berupa buku profil KH Hasyim Asy’ari kepada pengurus Jik-Nah. (gus)

















