Unwaha Tambak Beras Jombang Cetak Kader 35 Profesor, Perkuat Tata Kelola dan Peran Senat Universitas

JOMBANG MEDIA NUSA-ANTARA. Com- Momentum peringatan Isra’ Mikraj Nabi Muhammad SAW dimaknai Universitas KH. Abdul Wahab Hasbullah (Unwaha) Tambak Beras, Kabupaten Jombang, Jatim, sebagai penguatan nilai integrasi antara dimensi spiritual dan nonspiritual dalam menghadapi tantangan zaman, khususnya bagi Generasi Z.

Nilai tersebut dinilai selaras dengan visi Unwaha Tambak Beras Jombang dalam membangun perguruan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter, berbudaya, serta berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Hal itu disampaikan oleh Rektor Unwaha Tambak Beras Jombang Prof Dr Ir H Gatot Ciptadi, DESS, IPU, Asean, Eng saat memberikan sambutannya dalam acara Launching Transformasi Tradisi Pesantren Bagi Gen-Z dan Peringatan Isra’ Mikraj 1447 H yang berlangsung di Kampus Unwaha Tambak Beras, Jombang, Sabtu (17/1/2026).

“Kami tegaskan pentingnya langkah-langkah strategis dalam memperkuat daya saing kampus. Salah satu fokus utama yang terus didorong adalah transformasi tata kelola universitas agar semakin kuat, akuntabel, dan berkelanjutan.
Inisiatif strategis yang perlu kita perkuat ke depan adalah penguatan peran senat universitas sebagai bagian penting dalam tata kelola perguruan tinggi,” tegas Rektor Unwaha Tambak Beras Gatot Ciptadi disampaikan dalam forum yang dihadiri para pucuk pimpinan Kampus Unwaha, para mahasantri, dosen, tokoh elit NU KH Na’im, mantan Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab, Gus Hasib Wahab, Ketua Umum YPT Bahrul Ulum Tambak Beras Hj Hizbiyah Rochim Wahab, MA, KH Hasan, KH Moh Khoiril Anam, SHI, MPdi serta tamu undangan penting lainnya.

Lebih jauh Gatot Ciptadi menjelaskan, peran penting Senat Universitas bukan sekadar organ struktural, melainkan mitra strategis sekaligus pilar akademik bagi jajaran pimpinan universitas.
Keberadaannya berfungsi sebagai ruang kolektif akademik yang menjaga marwah keilmuan, mutu tridarma perguruan tinggi, kearifan pesantren serta arah kebijakan akademik institusi.

Melalui penguatan kelembagaan, termasuk optimalisasi peran Senat Universitas, maka Unwaha Tambak Beras Jombang berharap dapat terus melahirkan mahasiswa yang berdaya saing, berilmu dan siap berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan umat.

“Karena itu, kami seluruh elemen civitas akademika, yayasan serta para pemangku kepentingan juga agar terus bergandeng tangan membangun Unwaha secara kolektif, visioner dan berkelanjutan,” ungkap Gatot berharap.

Peringatan Isra’ Mikraj ini, imbuhnya, diharapkan menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen bersama dalam mewujudkan kampus pesantren yang unggul, berkarakter dan relevan dengan perkembangan zaman.

Sementara itu, Ketua Pembina YPT Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang Dr KH Moch Hasib Wahab dalam kesempatan tersebut, pihaknya memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh para undangan, khususnya pihak kampus, dosen, senat dan mahasantri atas terselenggaranya momen penting ini. “Ini momen bersejarah lahirnya NU tahun 1926 dan kita peringati di januari 2026, satu abad NU.

Perlu saya sampaikan banyak orang hebat yang dilahirkan dari Unwaha, tercatat ada 35 profesor dan doktor merupakan alumni Unwaha. Sebuah capaian yang harus kita syukuri bersama,” ujar Gus Hasib panggilan akrabnya.
Dikatakannya lagi, ini merupakan momentum yang sangat bersejarah, karena melaksanakan pembentukan dan pelantikan Senat Universitas, sebuah lembaga yang diwajibkan oleh Undang-Undang Perguruan Tinggi.
Momentum ini terasa semakin istimewa karena berlangsung pada bulan Januari, bertepatan dengan satu abad kelahiran Nahdlatul Ulama (1926–2026).

“Ini menjadi tonggak sejarah penting bagi Unwaha.
Pada kesempatan ini pula diluncurkan sebuah tradisi akademik-kultural, yakni setiap tanggal 17 seluruh sivitas akademika mengenakan sarung, sebagai simbol identitas, penghormatan terhadap tradisi pesantren, serta pengingat nilai-nilai keilmuan dan kebangsaan yang kita junjung bersama,” ungkapnya.
Semoga ikhtiar ini, imbuh Gus Hasib, menjadi wasilah lahirnya generasi akademisi yang berilmu, beradab, dan berakar kuat pada nilai-nilai tradisi Ahluhsunnah Wal Jamaah Anahdlyiah yang diajarkan oleh para zhuriyat dan muasis NU.
Di penghujung acara diisi pengajian umum Isra’ Mikraj oleh KH Khoiril Anam.(gus)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *