JOMBANG MEDIA NUSA-ANTARA. Com-Dosen Fakultas Pertanian Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Kabupaten Jombang, Jatim, berupaya mewujudkan swasembada pangan dengan pemanfaatan potensi lokal, salah satunya dengan memperkenalkan inovasi rekayasa pangan Vegan Meat yang berbahan dasar jantung pisang.
Kegiatan ini merupakan hibah kompetitif nasional pengabdian kepada masyarakat (PKM) dari DRTPM Tahun 2025. “Penerapannya dilakukan bersama Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Sambirejo” terang Siti Aminatuz Zuhria, M.P ketua Tim Pelaksana Pengabdian Kepada Masyarakat, kemarin.
Lebih jauh dia menjelaskan, Desa Sambirejo Kecamatan Jogoroto, Jombang, memiliki potensi unggulan komoditas pisang yang ditanam dikebun bersebelahan dengan lahan pertanian padi. Selama ini Desa Sambirejo hanya memanfaatkan bagian buah pisang saja untuk diambil nilai
ekonomisnya saja, dengan cara dijual ke pasar baik secara langsung maupun melalui tengkulak.

Namun, ada satu bagian yaitu jantung pisang yang belum dimanfaatkan, padahal apabila dilakukan sentuhan teknologi pangan dapat menjadi produk olahan Vegan Meat atau Daging Vegan yang bernilai jual tinggi di pasar nasional maupun internasional. Hal tersebut merupakan tantangan dan peluang bagi masyarakat Desa Sambirejo untuk memanfaatkan jantung pisang menjadi produk rekayasa pangan daging vegan sebagai produk unggulan berdaya saing nasional maupun internasional.
Dalam kegiatan ini tim berupaya mewujudkan swasembada pangan secara nasional dengan melakukan diseminasi produk inovasi Vegan Meat yang berperan dalam diversifikasi sumber pangan dengan menawarkan alternatif nabati yang kaya akan protein, sehingga membantu mengurangi ketergantungan pada daging hewani yang mungkin perlu diimpor.
“Produksi vegan meat atau daging vegan adalah produk subtitusi rekayasa pangan terbuat dari jantung pisang diolah menjadi produk menyerupai daging, sehingga dapat berkontribusi dalam meningkatkan ketahanan pangan,” jelasnya.
Dengan mengembangkan produk lokal, lanjut Siti, ketahanan pangan dapat ditingkatkan melalui teknologi rekayasa pangan dalam negeri.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan 7 Oktober 2025 lalu, yang dikemas dalam bentuk sosialisasi, pendampingan, dan pelatihan, serta tim pelaksana melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan ini.
Pelatihan tidak hanya dengan melakukan pengolahan jantung pisang menjadi daging namun juga hingga teknik pengemasan, penyimpanan, dan pemasaran.
“Tim Penggerak PKK Sambirejo sangat antusias dan senang dengan diadakannya kegiatan ini,” ujar Siti. Supiati salah satu anggota PKK mengatakan, pengolahan jantung pisang menjadi daging merupakan hal baru dan sangat bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan juga keterampilan dalam olahan pangan lokal.(gus/*)

















