Kadinkes Jombang: 10 RSU Disiapkan Layani Pasien HIV/AIDS, September 2025 Tambah 200 Pasien Baru

JOMBANG MEDIA NUSA-ANTARA. Com – Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Jombang bagai pucuk gunung es. Bayangkan, tahun 2025 saja tercatat mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang, hingga September 2025 jumlah total kasus mencapai 2.094 kasus, terdiri dari 2.013 kasus HIV dan 81 kasus AIDS.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, dr Hexawan Tjahja Widada, menjelaskan, dari jumlah tersebut, terdapat 217 kasus baru yang ditemukan sejak Januari hingga September 2025.

“Kalau dibandingkan tahun lalu (2024), temuan kasus baru mencapai 332. Secara kumulatif per 2025 totalnya mencapai 2.556 kasus,” terang dr Hexawan, saat ditemui media ini di ruang kerjanya, Senin (13/10/2025).

Menurutnya, kelompok yang paling banyak terpapar HIV/AIDS di antaranya adalah waria, penderita TBC, wanita pekerja seks (WPS), calon pengantin, ibu hamil, pelanggan WPS, serta anak ODHIV (orang dengan HIV). Dan di antaranya penyebaran pasien HIV/AIDS di semua wilayah kabupaten, Kecamatan Jombang paling banyak jumlahnya.

Sementara dari status gender, pasien pria paling mendominasi.

“Kasus tertinggi terjadi pada kelompok homoseksual, mencapai 21 persen. Jika dilihat dari rentang usia, yang paling tinggi berada pada usia produktif 25–49 tahun, sekitar 91 persen. Disusul usia di atas 50 tahun sebanyak 28 persen, usia 20–24 tahun sebanyak 25 persen, dan usia 5–19 tahun sekitar 12 persen,” jelasnya.

Meskipun terjadi penurunan dibanding tahun lalu, dr Hexawan menilai bahwa angka kasus HIV/AIDS di Jombang masih tergolong tinggi. Untuk bulan September ada penambahan pasien HIV/AIDS 200 pasien. Karena itu, Dinas Kesehatan terus melakukan berbagai langkah strategis untuk menekan penyebarannya.

Langkah tersebut antara lain meningkatkan skrining di berbagai lapisan masyarakat guna mendeteksi sejak dini dan mempercepat penanganan melalui pengobatan serta pendampingan bagi penderita.

“Pengobatan bagi penderita HIV/AIDS di Jombang diberikan secara gratis. Selain itu, kami juga gencar melakukan sosialisasi di lembaga pendidikan dan pusat aktivitas masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan,” ujar dr Hexawan.

Ia menambahkan, skrining HIV kini juga dilakukan kepada penderita TBC dan ibu hamil, sedangkan anak-anak dari ibu ODHA mendapatkan makanan tambahan dan susu khusus sebagai bentuk dukungan gizi.

Dinkes Jombang juga memperkuat fasilitas pelayanan kesehatan, baik di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) maupun fasilitas kesehatan tingkat lanjutan (FKTL), agar mampu melakukan deteksi dan penanganan kasus secara cepat dan terpadu.

“Kalau sudah terdeteksi, kami bisa segera melakukan pelacakan terhadap penderita yang belum mendapatkan pengobatan. Karena itu penting bagi masyarakat untuk melakukan skrining dan bagi penderita agar sadar pentingnya berobat,” pungkasnya.

Sebagai langkah konkret, Dinas Kesehatan Jombang telah menyiapkan 10 rumah sakit umum (RSU) di seluruh wilayah kabupaten untuk memberikan pelayanan dan pengobatan bagi pasien HIV/AIDS secara komprehensif.(gus)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *