DP Jombang Lakukan Evaluasi dan Soroti Kebijakan 5 Hari Sekolah

JOMBANG MEDIA NUSANTARA.Com – Dewan Pendidikan (DP) Kabupaten Jombang menggelar rapat kerja (raker) di Kantor Sekretariat DP, Sengon, Jombang, Jumat (12/9/2025) siang. Rapat diikuti delapan orang pengurus dari total sebelas pengurus yang baru dikukuhkan sekitar sebulan lalu.

Ketua Dewan Pendidikan Jombang, Dr. H. Cholil, menyampaikan bahwa agenda kali ini difokuskan pada penyusunan rencana strategis (renstra) serta program kerja untuk triwulan terakhir tahun 2025.
“Ini rapat keempat di bulan ini. Kami membicarakan renstra dan program kerja, khususnya untuk tiga bulan terakhir 2025,” ungkapnya usai rapat.

Dalam forum tersebut, Dewan Pendidikan merumuskan tujuh agenda prioritas, antara lain:

Evaluasi kebijakan pembiasaan penggunaan Bahasa Jawa setiap Kamis di SD dan SMP.

Penggalian aspirasi masyarakat terkait penerapan sekolah lima hari melalui FGD, analisis, dan rekomendasi.

Penanganan isu kekurangan guru.

Transparansi pengelolaan keuangan di satuan pendidikan.

Kajian kurikulum muatan lokal (diniyah).

Sosialisasi serta monitoring kebijakan langsung ke sekolah dan komite.

Edukasi masyarakat mengenai pentingnya adab dan pembentukan karakter.

Salah satu isu utama yang dibahas adalah kebijakan sekolah lima hari. Menurut Cholil, aspirasi masyarakat masih beragam. Sebagian mendukung, namun tidak sedikit yang menginginkan kembali ke sistem enam hari belajar.

“Sejak 2023 sampai sekarang, kita harus mengkaji dampak positif dan negatifnya. Ada sekolah yang ingin tetap lima hari, ada juga yang menuntut kembali enam hari. Aspirasi ini akan kami himpun, dianalisis, lalu direkomendasikan ke Bupati Jombang,” jelasnya.

Selain itu, Dewan Pendidikan juga menekankan pentingnya peran komite sekolah sebagai jembatan komunikasi antara sekolah, masyarakat, dan pemerintah daerah. Menurut Cholil, fungsi monitoring serta sosialisasi kebijakan pendidikan belum berjalan maksimal.

“Kita akan turun langsung ke lapangan, bertemu dengan komite sekolah untuk menyampaikan aturan dan kebijakan yang berlaku. Transparansi dan komunikasi harus diperkuat agar tidak ada kesalahpahaman,” tegasnya.

Dengan tujuh agenda strategis tersebut, Dewan Pendidikan berharap dapat memberi masukan nyata kepada Pemerintah Kabupaten Jombang dalam meningkatkan mutu pendidikan, baik dari sisi kurikulum, manajemen, maupun pembentukan karakter peserta didik.

Hadir dalam raker antara lain Gus Rohmatul Akbar (Gus Bang), Moh Syafi’i, M Ikhsan Efendi serta Sekretaris Nur Khasanuri. (gus)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *